Reading Challenge

Tantangan Membaca Haru 2016

12417851_938794252841674_6597474547966778143_n

 

Adakah teman-teman yang pernah mengikuti Tantangan Membaca Haru di tahun 2015 yang lalu? Well, sebenarnya aku ingin sekali mengikutinya, namun sayangnya aku baru tau mengenai keberadaan Penerbit Haru ini di akhir tahun lalu (Halo… kemana aja selama ini?! ~.~”) Makanya aku senang sekali saat mengetahui bahwa tahun 2016 ini pun Penerbit Haru kembali menggelar event serupa. I won’t miss it!

Seperti apa dan bagaimana aturan mainnya? Yuk simak informasi yang ku-copas langsung dari Facebook Notes Penerbit Haru mengenai Tantangan Membaca Haru 2016 ini!

Waktu:

Januari 2016-Desember 2016

Tata cara:

2. Memiliki blog seperti blogspot, tumblr, kompasiana, wordpress (note Facebook tidak bisa)
3. Pasang banner ini di blog kamu. Banner harus ditautbalikkan ke postingan ini selama program ini berlangsung.
4. Membaca buku terbitan Haru dan membuat resensinya.
5. Membuat artikel mengenai Haru. Artikel dapat berupa, ulasan mengenai apapun yang berhubungan dengan Haru. Contoh:
  1. Label Haru (K-Iyagi, J-Lit, M-Novel, dll)
  2. Kota kelahiran Haru (Ponorogo, Jawa Timur)
  3. Kover/editan/penerjemahan buku Haru
  4. Kegiatan yang pernah Haru lakukan: pameran, Haru Awards atau blog tour
  5. Saran untuk Haru
  6. dll

6. Memilih tingkat tantangan yang merupakan tingkatan #HaruSyndrome yang kamu derita:

  • Fase Primer : 1- 10 buku+1 Artikel Haru
  • Fase Sekunder : 11-20 buku+2 Artikel Haru
  • Fase Laten : 21-30 buku+3 Artikel Haru
  • Fase Tersier : >31 buku+4 Artikel Haru
7. Buku Haru yang dibaca boleh mana saja, juga boleh membaca ulang. Namun, HARUS membuat resensi baru yang dipost mulai Januari 2016. Resensi yang pernah diikutkan dalam Tantangan Membaca Haru 2015 TIDAK BISA diikutkan lagi.
8. Wajib membuat post awal. Post awal adalah postingan yang berupa info bahwa sedang mengikuti ‘Tantangan Membaca Haru’ ini.
9. Mendaftar ke tantangan.haru@gmail.com dengan subyek [Tantangan Membaca Haru 2016_Nama_Pilihan Fase]
Isi data berikut
Nama
Alamat
No hp
E-mail
Twitter
Facebook
Link blog post awal:
10. Pada akhir tahun, WAJIB membuat post akhir yang berisi kesan kalian saat mengikuti ‘Tantangan Membaca Haru’ beserta link resensi yang telah dibuat.
Fase Sekunder - Haru

Nah! Berhubung aku memang masih newbie dalam dunia blogging buku dan aku juga sudah mengikuti beberapa RC di tahun 2016, maka kuputuskan untuk memilih Fase Sekunder sebagai tahap awal mengikuti Tantangan Membaca Haru 2016 ini. Kepengennya sih Fase Tersier, tapi ngeri gak terwujud mengingat aku ini memang senang membaca tapi suka males kalau bikin review. Hehehe. *toyor kepala sendiri*

 

Oh iya, update info mengenai event ini juga akan kuposting di master post ini sebagai reminder, misalnya saja jika ada informasi tambahan terkait dengan Tantangan Membaca Haru 2016.

 

So… what are you waiting for? Let’s spread the virus and be part of #HaruSyndrome ^^

Advertisements

5 thoughts on “Tantangan Membaca Haru 2016

    1. Hi… kita toss dulu dong ya karena sama2 ikutan Tantangan Membaca Haru 2016 🙂

      Sebenarnya aku juga masih newbie loh dalam dunia review buku ini. Awalnya aku memang seorang pecinta buku yang hanya suka membaca tanpa perlu repot-repot bikin review dari buku yang sudah kubaca. Tapi… lama-lama timbul keinginan untuk membuat semacam jurnal membaca pribadi, supaya kelak aku tau dan ingat buku-buku yang sudah kubaca.

      Sebenarnya banyak tips seputar penulisan review yang baik yang sudah ditulis oleh para blogger buku berpengalaman, jadi aku juga belajar dari situ sih 🙂

      Intinya sih memang harus membaca buku itu terlebih dahulu dan usahakan membaca buku yang sesuai dengan selera kita. Akan lebih mudah bagi kita untuk menulis review dari buku yang kita sukai kan?

      Dalam proses membaca itu, biasanya aku suka menandai kalimat-kalimat atau halaman yang kuanggap penting dan menarik. Ini akan bisa jadi rujukan saat kita nanti membuat review.

      Saat menulis review, sebaiknya cantumkan juga data buku yang kita baca seperti judul, penulis, penyunting, penerjemah, pembuat ilustrasi, penerbit, tahun terbit, dll. Selain penting bagi para pembaca review, hal ini juga semacam penghargaan bagi kita untuk orang-orang yang terlibat dalam kelahiran buku tersebut 🙂

      Setelah itu baru deh tulis sinopsis dan sertakan juga review pribadi dari kita sebagai pembaca. Sebaiknya sih seimbang antara kelebihan dan kekurangan buku yang kita baca dan review agar calon pembaca lainnya dapat mempertimbangkan hal ini sebelum memutuskan membaca buku yang kita review.

      Itu ajah sih kalau yang selama ini aku lakukan dalam menulis review buku. Kalau menurutmu, bagaimana baiknya mereview sebuah buku dari sudut pandangmu? Share juga ya.

      Liked by 1 person

      1. Toos
        Iya kak, nami juga riview yang nami suka aja. Gak tega juga kalo riview yang gak disuka. Takuynya malah ngejelekkin jatuhnya. Makasih ya kak banyak, kak buat saran soal tanda tadi.
        Kalau menurut nami, baiknya meriview buku itu jangan banyak spoilerrr. Bukannya gak boleh spoiler tapi kalau diberi informasi berlebih malah yang ada kitanya gak penasaran bukan?

        Liked by 1 person

  1. Iya… bener juga itu… Usahakan semaksimal mungkin untuk meminimalkan spoiler dalam review yang kita buat karena gak seru lagi deh kalau semuanya sudah dibocorin 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s