Romance

The Stolen Years

28255536

Title: The Stolen Years

Author: Ba Yue Chang An

Translator: Jeanni Hidayat

Editor: M. Noviana

Proofreader: Dini Novita Sari

Cover Designer: Chyntia Yanetha

Published: January 2016 [Penerbit Haru]

Jumlah Halaman: 344 hlm

Format Buku: Buku Cetak (buntelan dari Penerbit Haru saat menjadi peserta #StolenYearsBookTour via Instagram)

ISBN: 978-602-77426-6-6

Genre: Romance – Domestic Drama

Rate: thumbsthumbsthumbsthumbs

 

BLURB

Benarkah waktu dapat mengikis perasaan cinta?

Hal terakhir yang diingat He Man adalah ia sedang berbulan madu dengan suaminya, Xie Yu. Namun, tiba-tiba gadis itu terbangun di rumah sakit dan sudah bercerai. He Man mengalami amnesia dan lupa akan lima tahun terakhirnya.

Ia tidak mengerti mengapa ia bisa bercerai dari Xie Yu padahal mereka saling mencintai. Ia tidak mengerti mengapa sahabatnya sekarang malah menjadi musuhnya. Ia tidak mengerti mengapa seakan semua orang membencinya.

Ketika He Man berusaha mengumpulkan kembali kenangan dan ingatannya, ia mulai menemukan hal-hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

***

SINOPSIS

“…Pertama kali melihatmu, aku sudah menyadari bahwa kau adalah hadiah terindah dan terbaik bagiku.” [hal. 21]

Kisah dibuka dengan adegan bulan madu He Man – Xie Yu. Ada begitu banyak kebahagiaan yang merebak diantara keduanya. Keceriaan dua sejoli ini pada akhirnya justru membuat mereka menjadi careless sehingga akhirnya mereka mengalami sebuah kecelakaan saat sedang berciuman selagi mengendarai sepeda motor!

‘Jika kau terbangun lalu mendapati lima tahun sudah berlalu… kita berdua telah berpisah… apa kau akan melakukan segalanya untuk mencariku kembali?’ [hal. 40]

Ketika akhirnya He Man siuman di rumah sakit, hal pertama yang dilakukannya adalah mencari suaminya. Namun betapa terkejutnya dia ketika mendapati kenyataan bahwa sebenarnya dia sudah bercerai dengan Xie Yu setelah mereka mengarungi bahtera rumah tangga selama 5 tahun. He Man tentu saja tidak terima dengan hal ini karena hal terakhir yang diingatnya adalah bahwa mereka baru saja mengalami sebuah kecelakaan saat sedang berbulan madu.

Kenapa waktu mengambil masa mudaku tanpa sepengetahuanku?! [hal. 59]

Dokter mengatakan bahwa kecelakaan yang baru saja terjadi, menyebabkan semacam gegar otak ringan sehingga He Man mengalami amnesia, hilang ingatan jangka pendek. Dalam kasus ini, He Man kehilangan ingatan selama lima tahun belakangan. Hal terakhir yang diingatnya hanyalah kecelakaan yang menimpanya dan Xie Yu saat mereka sedang berbulan madu. Dokter juga tidak bisa memastikan kapan ingatan He Man akan kembali. Dia disarankan untuk tetap berhubungan dengan lingkungan dan orang-orang terdekat yang memang memiliki keterkaitan erat dengan masa lalunya. Dengan demikian diharapkan ingatannya akan segera kembali seperti sedia kala.

Manusia tidak akan bisa menang melawan waktu. [hal. 108]

Ketika pada akhirnya He Man sudah dapat menerima kenyataan bahwa dirinya memang telah kehilangan ingatannya selama lima tahun belakangan, dia mulai berjuang mengumpulkan kembali serpihan-serpihan kenangannya. Mengalami kemunduran waktu tentunya membuat He Man merasa terasing ketika dia siuman di tahun 2012. Ingatan terakhir yang dimilikinya berada lima tahun yang lalu, yaitu tahun 2007. Banyak perubahan yang membuat He Man terkejut dan akhirnya harus berjuang sekuat tenaga untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya ini.

Cinta memang masalah yang rumit dan membingungkan [hal. 225]

Hal yang paling sulit dilakukannya adalah karena dia harus berada di dekat Xie Yu dengan perasaan cintanya yang teramat besar, persis seperti ketika mereka masih berbulan madu, padahal kenyataannya mereka sudah bukan lagi pasangan suami istri. He Man juga harus menghadapi kenyataan keretakan hubungannya dengan Xiao Huan yang merupakan sahabat karibnya sejak mereka masih sama-sama duduk di bangku sekolah.

Seiring dengan berjalannya waktu, sebesar apapun cinta yang mereka berdua miliki, pasti akan tetap kadaluwarsa juga. [hal. 252]

Perasaan Xie Yu pun tak kalah bingung saat menemukan mantan istrinya itu kembali di hadapannya dengan sosok He Man yang teramat dicintainya dulu, bukan He Man yang dingin dan yang telah tega pergi dari kehidupannya serta membuang cinta mereka begitu saja.

***

REVIEW

Waktu pertama kali melihat Penerbit Haru mengumumkan akan menerjemahkan buku ini, aku sudah langsung kepincut. Bukan berarti aku sudah tahu jalan ceritanya, tapi dari sekilas BLURB yang kubaca, aku dapat membayangkan betapa buku ini akan begitu mengharubirukan perasaan setiap orang yang membacanya. Jadi begitu ada tawaran untuk menjadi peserta Instagram Blog Tour yang diadakan oleh Penerbit Haru, aku langsung mencobanya.

Membaca buku ini sedikit banyak aku seperti sedang becermin sepanjang waktu. Mengapa? Ada begitu banyak adegan dan pikiran kedua tokoh utamanya yang juga pernah aku dan suamiku alami.

“Kau mendengkur, aku kentut. Kebiasaan kita yang seperti ini, memang cocok untuk bersama sampai tua.” [hal. 11]

 

“Demi kebahagiaan seluruh pria di dunia ini, saya mengorbankan diri. Saya menikahi pacar saya yang kasar ini.” [hal. 21]

Halaman-halaman awal buku ini membuatku senyam-senyum sendiri karena keceriaan dan kekonyolan hubungan He Man – Xie Yu. Tingkah dua sejoli ini di masa-masa pacaran dan di awal pernikahan mereka, tak pelak lagi membuatku merindukan kembali masa-masa pacaran dan awal pernikahan kami ^^. Bukan berarti lantas konflik yang kami hadapi juga sama persis dengan He Man – Xie Yu loh ya! Namun, penggambaran hubungan keduanya memang khas hubungan pasutri.

 

Aku tak sanggup memposisikan diriku dan suamiku sebagai He Man dan Xie Yu. Kenangan selama lima tahun yang kami buat bersama tiba-tiba lenyap begitu saja. Sekalipun kenangan itu tidak meululu hanya kenangan manis dan indah, tetap saja kenangan itu adalah bukti kebersamaan kami.

Berapa banyakkah hubungan yang kandas karena keegoisan, dan berapa banyakkah cinta yang memudar karena kerakusan? [hal. 143]

Banyak sekali hal-hal menampar yang kudapatkan dari kisah He Man – Xie Yu dalam The Stolen Years. Memang benar, keegoisan dan kerakusan adalah hal-hal yang dapat membahayakan sebuah pernikahan yang awalnya dihiasi oleh sikap toleransi dan sikap saling mengalah untuk kebaikan bersama.

“Kalau ingatanku tidak kembali seperti semula, aku akan terus mencintaimu…” [hal. 171]

Awalnya kupikir buku ini benar-benar hanya akan menguras air mata, tapi ternyata aku salah! Penulisnya dengan sangat apik meramu kisah ini sehingga pembaca tidak hanya dibuat mewek melulu, namun juga tertawa melihat kekonyolan yang dibuat He Man – Xie Yu maupun Danny. Kisahnya juga tidak melulu hanya disekitar He Man – Xie Yu. Ada kisah persahabatan yang cukup manis diungkap disini. Ada juga kehangatan keluarga yang dapat kita rasakan dari perhatian yang dilimpahkan oleh He Qi terhadap adik semata wayangnya. Kita juga akan melihat betapa berat dan hebatnya perjuangan He Man dalam meraih dan mempertahankan kariernya.

“Terkadang aku berharap ingatanku tidak akan kembali selamanya. Aku takut tidak akan mencintaimu lagi saat aku kembali bisa mengingat semuanya. Aku malah berharap ingatanku bisa cepat pulih. Dengan begitu, aku tidak akan mencintaimu lagi, dan posisi kita berdua akan sama sekarang.” [hal. 172]

Kesungguhan cinta bisa dilihat saat kita menemui cobaan dalam kehidupan. Dan obat yang pahit biasanya adalah obat yang paling mujarab. Apakah kita mau meminum obat pahit itu atau tetap menikmati penyakit yang menggerogoti jiwa kita?

Menjelang akhir kisah, ada sebuah twist yang terungkap dan menjadi jawaban atas semua kegelisahan sang tokoh utama. Namun hal ini tidak serta-merta menyudahi kisah ini, melainkan justru memicu sebuah konflik baru. Sekali pun kisah ini terkesan happy ending, namun penutup yang diberikan penulis dalam The Stolen Years ini justru dapat juga menimbulkan tanda tanya baru bagi pembacanya. Dan ya… justru open ending seperti inilah yang membuat pembaca menafsirkan sendiri kelanjutan hubungan tokoh-tokohnya.

Cinta kalah melawan sakit, juga kalah melawan kematian. Namun, cinta akan selamanya hidup di dalam ingatan manusia, akan menancakan akarnya dengan kuat di dalam otak manusia. [hal. 339]

Kalimat di atas memang sangat pantas menutup kisah ini. Begitu hebatnya penderitaan yang dialami He Man – Xie Yu karena hilang ingatan yang menimpa He Man. Namun, melalui peristiwa itu juga mereka berdua justru seolah diberi kesempatan ke-2 untuk memperbaiki masa lalu mereka dan hal ini kemudian menyadarkan mereka akan cinta yang belum padam diantara keduanya.

Salah satu tokoh favoriteku adalah Danny, sahabat Xie Yu yang kelakuannya selalu mengundang tawa dan terkadang membuatku ingin menjitak kepalanya ^o^. Adegan favoriteku ada di halaman 167-169 dimana Danny dengan segala sifat opportunistnya mampu membuat Xie Yu tak berkutik dihadapan He Man! Sosok Xiao Huan adalah tokoh favorite keduaku dalam kisah ini. Melalui sahabat He Man ini aku belajar arti sahabat yang mampu memaafkan dan melupakan masa lalu demi mempertahankan sebuah persahabatan sejati.

Oh iya, meskipun buku ini mengisahkan sepasang [mantan] suami-istri, tapi tidak ada ‘adegan panas’nya kok, jadi buat yang merasa masih single dan belum berumah tangga juga tidak apa-apa membaca buku ini. Buku ini aku rekomendasikan untuk kalian yang suka dengan kisah domestic drama yang sangat menyentuh dengan selingan humor ringan disana-sini.

Overall, aku menyukai The Stolen Years. Seperti halnya novel-novel terjemahan Penerbit Haru lainnya, membaca novel ini seperti bukan membaca novel terjemahan saja. Hal ini tentu karena kepiawaian penerjemah dan editornya. Meskipun aku masih menemukan typo, namun secara keseluruhan tidak mengurangi keasyikanku membaca novel ini.

ia selalu mentertawai wanita itu [hal. 103]

seharusnya menjadi >> ia selalu menertawai wanita itu

Dany mulai berkeringat dingin. [hal. 125]

seharusnya menjadi >> Danny mulai berkeringat dingin.

 

***

MOVIE

Ketika mengetahui bahwa buku ini juga sudah ada filmnya ( 被偷走的那五年), aku langsung mencari trailernya di youtube and it looks so promising! Disutradarai oleh Wong Chun-Chun (黃真真), film yang direlease pada bulan Agustus 2013 ini dibintangi oleh Bai Bai He [He Man], Joseph Chang [Xie Yu], Christine Fan [Xiao Huan] dan Amber Ann [Lily].

 

b1311xtctsifffilm111
Salah satu poster The Stolen Years movie

Buat yang penasaran sama movie trailernya bisa coba tonton cuplikannya di sini ya.

***

 

Submitted for:

Tantangan Membaca Haru 2016

Reading Romance Challenge 2016 – Books to Movie

Project Baca Buku Cetak 2016 (#BacaBukuCetak)

 

 

Advertisements

9 thoughts on “The Stolen Years

  1. “Keegoisan dan kerakusan adalah hal-hal yang dapat membahayakan sebuah pernikahan yang awalnya dihiasi oleh sikap toleransi dan sikap saling mengalah untuk kebaikan bersama.”

    Suka banget dengan kalimat di atas. Egois bisa mengikis cinta.~

    Sempet baca sekali, buku hasil minjem temen dan sukaaa. Aku terharu dengan pasangan ini. Terjemahan yang disajikan Haru juga enak dibaca, ngga kaku.
    Mungkin review yang dibuat mba Kitty bisa mewakili apa-apa yang ingin aku tulis. Hahaa *ditoyor*

    Like

  2. Setelah sekian lama, aku masih belum juga bisa baca buku ini. Uhuhu.

    Sebagai obatnya mungkin bisa dengan baca sinopsis yg dibuat kakak aja hehe.

    Dulu aku sempat baca review singkatnya di instagram, sekarang baca review lebih banyak via blog tambah banyak yg kuketahui tapi juga tambah bikin pengen baca. Contohnya soal Danny dan He Qi tokoh yg baru kukenal.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s