Romance · Young Adult

Rainbow of You

20422969

Title: Rainbow of You

Author: Indah Hanaco

Editor: Anin Patrajuangga

Cover Designer: Steffi

Published: September 2013 [Grasindo]

Jumlah Halaman: 284 hlm

Format Buku: e-book (dapat dari aplikasi i-Jak)

ISBN: 978-602-25119-3-9

Genre: Romance – Teen Lit

Rate: thumbsthumbsthumbs

 

BLURB

“Bicara hati adalah bicara tentang riuhnya keajaiban. Lupakan segala logika dan akal sehat. Karena hati selalu mengeja dengan bahasanya sendiri.” [front cover]

2016-02-11_09.49.04

***

SINOPSIS

Masa kanak-kanak menjadi masa terindah karena mereka tidak mengenal sandiwara dan dusta.

Buku ini dibuka dengan kisah masa kecil enam orang anak yang hidup berdampingan. Anak-anak keluarga Sandiaga: Ted, Ken, dan Ryu berteman dekat dengan tetangga sebelah rumah mereka, anak-anak keluarga Macfadyen: Nick, Robin, dan Enzo. Meskipun mereka terbilang akrab, namun bukan berarti hubungan keenam anak itu baik-baik saja. Sebaliknya, Ryu kecil –satu-satunya anak perempuan diantara kelima anak laki-laki itu–sering sekali dijahili oleh Enzo yang juga merupakan partner in crime Ken. Ada saja kelakuan Enzo yang membuat Ryu kesal.

“Aku udah mutusin mau nikah sama Robin!” [hal. 15]

Meskipun kakak beradik, sifat Enzo dan Robin bagai langit dan bumi. Berkebalikan dengan Enzo yang usil, Robin justru sangat lembut dan penuh perhatian kepada Ryu. Ia kerap kali memarahi Enzo jika adiknya itu terlihat sedang mengusili Ryu. Saking baiknya Robin, Ryu begitu mengidolakannya. Ryu ingin menjadi adik Robin, bahkan belakangan dia memutuskan untuk menikahi anak laki-laki baik hati itu.

Yang paling membuat duka dari sebuah perpisahan bukan karena takkan bersua lagi. Melainkan karena tak bisa melihat dan memastikan dia baik-baik saja.

Tentu saja Ryu menjadi sangat shock begitu mengetahui keluarga Macfadyen akan segera meninggalkan tanah air untuk pindah ke Inggris. Disatu sisi ia merasa sangat lega dapat berpisah dari Enzo yang kerap mengusilinya, namun disisi lain ia merasa tidak sanggup harus jauh dari Robin yang teramat dia sayangi dan kagumi.

Menunggu selalu menyakitkan, terutama jika tidak tahu kapan bagian akhir akan menjelang.

Ryu kecil sudah beranjak remaja. Ia masih tetap merindukan Robin. Satu-satunya benda peninggalan Robin yang disimpan oleh Ryu dan menjadi ‘tempat curhat’nya selama ini hanyalah sebuah foto bayi yang dipasang di kamarnya. Tiada hari tanpa Ryu ‘berbincang’ dengan foto bayi itu, sampai-sampai mama dan kedua kakaknya menjadi khawatir melihat kelakuan Ryu. Namun Ryu tetap bergeming dan menganggapnya sebagai sebuah hal normal yang terus dilakoninya hingga kini. Dalam hatinya, ia masih menyimpan harapan terhadap janji masa kecil yang mereka ucapkan kala itu.

“Jangan khawatir ya? Kalau udah dewasa, kita berdua pasti akan menikah, Ryu.” [hal. 16]

Genap 12 tahun sudah penantian Ryu terhadap Robin. Dan betapa terkejutnya dia ketika mendengar bahwa anak laki-laki yang selama ini foto bayinya selalu diajaknya bicara itu tiba-tiba saja kabarnya akan segera kembali ke tanah air. Perasaan Ryu pun campur aduk selama menanti kehadiran Robin. Disatu sisi ia sangat merindukan Robin dan menantikan pertemuan mereka kembali, tetapi disisi lain ia disadarkan bahwa jika Robin kembali, itu artinya musuh bebuyutannya pun akan kembali. Ya, Ryu sedikit ngeri membayangkan Enzo yang usil itu akan kembali menjadi tetangga sebelah rumahnya.

Ryu tak tahu, Tuhan suka memberi kejutan.

Akankah pertemuan Ryu dan Robin sesuai dengan harapan yang selama ini dibayangkan Ryu? Apakah Robin juga masih tetap menyimpan janji masa kecil yang dia ucapkan 12 tahun yang lalu? Bagaimana dengan Enzo? Apakah dia masih akan terus mengusili Ryu meski mereka berdua telah sama-sama beranjak dewasa?

“Ah, manusia itu berubah. Siapa sih yang nggak? Kita semua berubah” [hal. 45]

Kisah ini masih mengalami banyak perkembangan kok. Sinopsis dan reviewku ini belum ada 1/2 dari kisah aslinya. Kalian harus membaca sendiri kisah mereka di Rainbow of You. Dan… bersiap-siaplah menerima kejutan manis dari penulisnya.^^

***

REVIEW

Hal pertama yang membuatku tertarik membaca buku ini tentu saja covernya yang di dominasi warna pink yang unyu. Entah kenapa dari covernya saja aku sudah jatuh hati pada buku ini. Ini adalah karya pertama Indah Hanaco yang kubaca. Sejak membaca foreword yang disampaikan penulisnya di awal buku ini, aku sudah banyak menemukan quote menarik seputar cinta. Ah! Nampaknya sang penulis benar-benar seorang pujangga cinta yang piawai merangkai kata demi kata.

Perasaan seseorang adalah hal yang paling sulit ‘dijinakkan’.

Kita kadang merasa paling tahu apa yang sesuai dengan kbutuhan. Kita sering lupa, Tuhan itu sangat suka memberi kejutan.

Karena aku sangat ingin pembaca tulisanku tidak gentar untuk melanjutkan langkah dan menyambut cinta baru andai cinta lama tidak memberi bahagia.

So sweet banget kan kata-katanya!^^

Jika tidak bisa memahami maka jangan menghakimi, karena hati manusia tak bisa ditebak maunya.

Menurutku, di buku ini penulis sangat baik menggambarkan karakter tiap tokoh yang ada, meskipun jumlah tokoh dalam karakter ini termasuk lumayan banyak. Penggambaran karakter kuat dari masing-masing tokoh membuat pembaca akan dengan mudah mengingat tokoh-tokohnya. Padahal biasanya aku suka bingung sendiri kalau dalam 1 cerita ada begitu banyak tokoh. Tapi hal tersebut tidak berlaku ketika aku membaca Rainbow of You ini.

Rindu kadang menyergap diam-diam, tanpa pernah terlihat wujudnya. Tiba-tiba sudah menggenggam seisi kalbu.

Sekalipun alur cerita terkesan agak lambat (karena diceritakan sejak tokoh-tokohnya masih kecil, beranjak dewasa dan kemudian memasuki usia dewasa muda), interaksi menarik antar tokoh dan adegan-adegan yang tercipta dalam buku ini dibuat cukup menarik hati sehingga pembaca terhindar dari rasa bosan. Aku sendiri begitu menyukai kekonyolan dan kehebohan yang terjadi di sekitar Enzo dan Ken. Meskipun terkadang ingin rasanya menjitak kepala kedua tokoh tersebut, namun tanpa mereka berdua pasti buku ini akan terasa lebih membosankan.

Masalah hati itu adalah sesuatu yang sangat pelik, tidak ada yang bisa memberi perintah dengan seenaknya. Hati bekerja dengan cara yang misterius. [hal. 72]

Meskipun secara keseluruhan buku ini menceritakan mengenai perasaan cinta yang terpelihara selama bertahun-tahun (dalam hal ini aku kagum sama keteguhan perasaan Ryu), bukan berarti buku ini lantas bernuansa melow. Justru ada begitu banyak adegan yang akan memancing rasa gemas pembaca terhadap situasi yang ada. Ada juga tema keluarga dan persahabatan yang diangkat oleh buku ini.

Menunggu memang menyesakkan, tapi menunggu adalah isyarat masih adanya harapan.

Beberapa twist dan rahasia pun secara perlahan tapi pasti diungkap seiring dengan berjalannya cerita. Meskipun aku pribadi sudah bisa menebak endingnya, tapi sempat juga terkecoh loh di pertengahan cerita. Hehehe. ^o^

Jangan pernah menghalau kehendak hati dalam menemukan takdirnya. Beri waktu dan lihat apa yang akan terjadi.

Kelebihan lain buku ini ada pada quote-quote manis yang bertebaran disana-sini. Saking banyaknya, aku sampai lumayan pegal menandainya (soalnya aku termasuk pembaca yang suka mengoleksi quote dari buku yang kubaca). Beberapa quote yang sempat kutandai adalah:

Harapan bisa menjadi madu atau racun, bisa menghidupkan atau mematikan.

 

Tidak ada yang bisa memaksa hati, sebagaimana tak ada yang mampu mendesak matahari bersinar tanpa jeda.

 

Saat impian harus gugur, ada kalanya dunia memberi penawar dengan cara yang ajaib.

 

 

Para peramal dan ahli-ahli sains hanya bisa tertunduk malu jika sudah berkaitan dengan reaksi kimia yang melibatkan 2 manusia.

 

Tidak ada yang bisa memilih kepada siapa hatinya ingin dilabuhkan.

 

Kadang kebencian secara ajaib mengubah diri menjadi sekeping rindu yang menyiksa.

 

Overall, aku cukup menyukai buku ini. Membaca buku ini juga mengingatkanku akan masa kanak-kanak dan masa muda dulu (Ya.. jadi emak-emak memang membuatku merasa jauh lebih tua sekarang T__T). Aku dibuat senyam-senyum, dag-dig-dug dan gemas saat membaca tingkah laku Ryu dkk. Tanpa sadar jadi memutar kembali saat-saat dimana cinta pertama itu tumbuh *loh malah curcol*

Ada kalanya kata-kata2 saja tidak bisa menjelaskan kerumitan rasa. Butuh hati yang peka untuk merasakan tiap simpul kisahnya.

Tak ada gading yang tak retak. Aku juga masih menemukan beberapa typo di versi e-book kisah ini, meskipun sangat minim. Dan hal ini sama sekali tidak mengganggu keasyikan membaca kok.

Typo:

Ryu tak mempercayai apa yang barusan ditangkap telinganya. [hal. 20]

seharusnya menjadi >> Ryu tak memercayai apa yang barusan ditangkap telinganya.

 

***

Submitted for:

Indah Hanaco Reading Challenge 2016 (IHRC2016)

Reading Romance Challenge 2016

Young Adult Reading Challenge (YARC)

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Rainbow of You

  1. Halooo Mba Kitty, senang kamu jadi suka karya Mba Indah setelah membaca novel ini dan memutuskan untuk mengikuti Indah Hanaco RC. Kalau kamu mulai mengenal karya Mba Indah Hanaco dari novelnya yang remaja ini, aku malah mengenal tulisannya dari novel pertamanya, Mendua yang lebih dewasa. Senang banget akhirnya aku punya teman sesama pecinta karya Mba Indah Hanaco :* Tetap semangat ya mengikuti Indah Hanaco RC

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s