Romance · Young Adult

Perfect Purple

28932360
Cintaku Sedalam Lautan, Seluas Cakrawala

 

Judul: Perfect Purple

Penulis: Indah Hanaco

Editor: Moemoe Rizal & Irawati Subrata

Publisher: Pastel Books (imprint Penerbit Mizan) – Feb, 2016

Jumlah halaman: 196 hlm

Harga: – (Buntelan dari penulis dalam rangka #BacaBareng #PerfectPurple)

ISBN: 9786027870642

Genre: Romance – YA

Rate: thumbsthumbsthumbsthumbsthumbs2

 

BLURB

Gadis keras kepala ini bernama Milly. Dia menyukai ungu. Dan tahu apa yang dia inginkan. Masuk jurusan pilihan ibunya bukanlah keinginannya. Sementara itu berkampanye menyelamatkan paus minke adalah keinginannya. Apapun risikonya.

Milly lantas mengarungi kapal berwarna ungu, berlayar menuju kutub selatan yang tampak keunguan dari kejauhan. Dia akan berupaya menyelamatkan paus dari perburuan. mengenal orang-orang yang mendedikasikan nyawanya demi lingkungan. Dan, membenci mereka yang mengeruk sumber daya alam demi uang.

Namun, meskipun keras kepala sebetulnya keinginan Milly terus berubah. Mungkin suatu hari dia akan berhenti, dan kembali menjadi gadis biasa dari pematang siantar. Namun Milly bertemu laki-laki yang mengubah hidupnya di atas kapal. Mengajarkannya deburan menyenangkan selain ombak dan keindahan warna ungu. Yaitu…

***

SINOPSIS

Adalah seorang gadis belia bernama Milly Kalindra yang sedang berusaha keras untuk menyelamatkan diri dari paksaan mamanya untuk kuliah di jurusan yang sama sekali tidak menarik minatnya. Berbagai upaya dia coba lakukan demi lolos dari takdir yang sedang dirancang oleh mamanya. Hingga akhirnya, sebuah misi penyelamatan paus dari perburuan pun menjadi jalan keluar yang dirasanya akan dapat membebaskannya dari kediktatoran sang bunda.

“People can criticize us and call us terrorists. We don’t care. We never back down and we never compromise.” [hal. 20]

Sayangnya, tak mudah untuk dapat bergabung dengan misi penyelamatan paus yang dimotori oleh SNFS (Sea Not For Sale); organisasi konservasi lautan non-profit yang berbasis di Inggris, dengan anggota dari berbagai penjuru dunia. Neal O’mara, orang yang memotori SNFS, datang berkunjung ke sekolah Milly atas undangan Pak Bastian, wali kelas Milly yang mengenal Neal ketika ia sedang melanjutkan studi di Inggris dengan beasiswa yang didapatnya.

“SNFS bukan organisasi sembarangan,… Tidak akan mudah untuk bisa bergabung dengan kampanye yang dilakukan langsung di lautan. Setiap tahun, mereka menggelar berbagai misi yang menuntut komitmen luar biasa. Ada kalanya nyawa menjadi taruhannya. Ini bukan proyek main-main. …” [hal. 29]

Setelah mengikuti serangkaian tes yang diperlukan sebagai persyaratan menjadi anggota SNFS, gadis penyuka warna ungu itupun harus kembali menelan kekecewaannya karena ia gagal. Tapi bukan Milly namanya jika langsung menyerah begitu saja menerima hasil tes yang tidak sesuai harapannya. Ia pun bersikukuh meyakinkan Pak Bastian dan Neal agar menerimanya sebagai salah seorang anggota SNFS dan bahkan meminta keduanya berbicara langsung dengan papanya.

“Apakah itu berarti, menurut Anda laki-laki SELALU lebih hebat daripada perempuan?” [hal. 41]

Berkat kekeraskepalaan Milly yang luar biasa dan kelihaiannya, ia berhasil masuk sebagai anggota baru SNFS. Tidak hanya itu, ia pun berhasil mengantongi restu dari kedua orang tuanya. Padahal selama ini mama adalah orang yang begitu kokoh pada pendiriannya. Ketika akhirnya mama setuju memberikan kesempatan kepada Milly untuk mengikuti kampanye yang akan dilakukan SNFS dan menunda kuliahnya selama setahun, gadis itu girang luar biasa.

… stroberi mirip penipu lihai yang memikat siapa pun melalui bentuk dan warnanya yang indah.  [hal. 146]

Sayangnya, kegirangan Milly tak bertahan lama. Ada banyak hal yang luput dari perhitungannya selama ini. Ya, ia memang tidak terlalu memikirkan hal-hal yang akan terjadi sepanjang perjalananannya bersama anggota SNFS lainnya saat mereka berkampanye menuju Kutub Selatan dengan mengendarai kapal Sinead Purple. Yang ada dipikirannya dulu hanyalah bahwa dengan bergabung bersama SNFS, maka ia akan berhasil meloloskan diri dari siksaan kuliah di jurusan yang tak diinginkannya.

Ini baru hari ketujuh dan Milly sudah menyesal setengah mati karena nekat mengikuti kampanye tersebut! [hal. 44]

Selain harus mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan dari anggota SNFS yang bernama Deborah Tsai, Milly tidak menyangka bahwa apa yang dilakukan oleh SNFS selama ini benar-benar aksi nyata yang begitu serius: mengalami amukan badai & kebocoran tangki bahan bakar di tengah laut saat perjalanan kampanye, bertempur habis-habisan dengan kapal harpun yang merupakan musuh utama paus, berusaha mati-matian agar paus yang terbunuh tidak berhasil dipindahkan dari kapal harpun ke kapal pabrikan. Semua itu benar-benar menguras pikiran, energi dan emosi, bahkan tak jarang mengancam nyawa!

“… Tapi yakinlah, hal-hal baik selalu terjadi pada orang yang berjuang untuk menyelamatkan sesuatu.” [hal. 76]

Mampukah Milly melewati semuanya dengan baik? Akankah ia pada akhirnya menyerah di tengah jalan dan memutuskan kembali ke kampung halamannya? Bagaimana dengan perjuangan SNFS dalam menyelamatkan paus dari perburuan? Akankah kampanye mereka berhasil dengan gemilang? Bagaimana dengan perang dingin yang dilancarkan Deborah kepada Milly? Sanggupkah mereka berdamai?

***

REVIEW

Dari awal ngeliat penampakannya, aku sudah langsung jatuh hati sama Perfect Purple. Yup! Apalagi kalau bukan cover ungunya yang bikin aku kesengsem. Sama seperti tokoh utama dalam kisah ini, aku juga pecinta warna ungu! Ditambah lagi, setiap pemisah chapter dalam buku ini selalu diselipi halaman dengan doodle paus yang cute. Love it 🙂

Meskipun tokoh utamanya adalah gadis belia usia belasan tahun, kupikir Perfect Purple ini bisa dibilang lebih cocok masuk kategori YA ketimbang teenlit, karena ceritanya cukup kompleks dan sangat berbobot. Tapi tenang saja, para pembaca yang masih duduk di bangku sekolah pun justru sangat dianjurkan untuk membaca buku ini karena kalian akan menemukan banyak hal menarik dari diri Milly.

“Karena Bapak sangat berharap kalian tumbuh menjadi orang yang peduli lingkungan. Tdidak peduli apap pun profesi kalian nantinya.” [hal. 23]

Hal yang unik dan menarik dari buku ini tentu saja tema yang diangkatnya: isu lingkungan mengenai penyelamatan paus dari perburuan. Meskipun hal ini masih tergolong jarang dibicarakan di Indonesia, media luar sudah cukup sering menyoroti mengenai hal ini. Jujur saja, aku memang sudah pernah melihat beberapa foto dan video mengenai pembantaian paus, dan aku sangat benci sekaligus muak melihatnya! Bagaimana bisa manusia berbuat sekeji itu terhadap paus yang kebanyakan tidak mengancam nyawa kita? Bahkan di beberapa foto dan video terlihat jelas kebanggaan para pemburu paus saat mereka berhasil memerahkan lautan dengan darah paus yang diburunya. T__T

Melalui novel ini aku juga jadi banyak tahu mengenai organisasi konservasi lautan non-profit yang menjadi inspirasi penulis dalam buku ini; Sea Shepherd Conservation Society. Ada banyak quote menarik dari Paul Watson yang dituliskan di setiap awal chapter dalam buku ini. Paul Watson sendiri adalah pendiri Sea Shepherd Conservation Society.

Demi menghindari kediktatoran Mama, dia rela melakukan hal-hal drastis yang tidak pernah ada dalam rencana hidupnya. [hal. 55]

Selain menelanjangi keserakahan manusia dalam memanfaatkan lingkungan, terutama terkait perburuan paus, Perfect Purple juga mengingatkan kita akan konsekuensi yang harus kita terima saat mengambil sebuah keputusan. Tokoh Milly memperlihatkan kepada kita akan tanggung jawab yang diembannya saat ia sudah berani melangkah dalam keputusan yang diambilnya, tak peduli apapun konsekuensi yang menunggunya. Ia juga seolah menantang kita, terutama kaum remaja, untuk berani menghadapi tantangan yang ada di depan. Kehidupan ada untuk dijalani, bukan untuk sekedar disesali.

Perfect Purple jelas berbeda dari kebanyakan novel romance lainnya. Meski unsur romancenya memang tidak terlalu kental, tapi tetap saja ada beberapa adegan manis yang bikin aku jadi deg-deg serr saat membacanya. Ini khasnya Kak Indah Hanaco banget deh! Jadi buat kalian yang memang menggemari novel romance, pasti akan suka juga dengan kisah yang tercipta di atas deburan ombak ini.

Meskipun aku masih menemukan beberapa typo dalam buku ini, hal ini tidak mengganggu keasyikan membaca kok. Semoga ini bisa jadi catatan bagi penerbit untuk dapat memperbaiki cetakan berikutnya.

 

Typo:

ramaja [hal. 53] >> remaja

“Mereka adalah makhluk memiliki kesempatan sama seperti kita untuk hidup bebas.” [hal. 59]

seharusnya menjadi >> “Mereka adalah makhluk yang memiliki kesempatan sama seperti kita untuk hidup bebas.”

ikuta [hal. 78] >> ikut

geliatganasSiPausuntukmenyelamatkandirinya.Pemandangan [hal. 80]

seharusnya menjadi >> geliat ganas Si Paus untuk menyelamatkan dirinya. Pemandangan

“Ternyata, kamu cewek normal yang juga sebal melihat Deborah. [hal. 105]

seharusnya menjadi >> “Ternyata, kamu cewek normal yang juga sebal melihat Deborah.”

Brooke menutup mulutnya dengan tangan, mencoba meredam tawa. [hal. 105]

seharusnya menjadi >> Brooke menutup mulutnya dengan tangan, mencoba meredam tawa.

terus-terang [hal. 119] >> terus terang

Hampir setiap saat, , aku mendengar… [hal. 121]

seharusnya menjadi >> Hampir setiap saat, aku mendengar..

kisah fiktikfnya itu. [hal. 144] >> kisah fiktifnya itu.

***

 

Submitted for:

Indah Hanaco Reading Challenge 2016 (IHRC2016)

Reading Romance Challenge 2016

Young Adult Reading Challenge (YARC)

Project Baca Buku Cetak 2016 (#BacaBukuCetak)

Advertisements

7 thoughts on “Perfect Purple

  1. Suka banget dengan reviewnya kak. Detail banget! Dan kakak sepertinya menangkap banyak pengetahuan baru dari buku ini.
    Oya, dalam review di atas kakak menyebutkan “Ada banyak quote menarik dari Paul Watson yang dituliskan di setiap awal chapter dalam buku ini.” Saranku, alangkah ciamik kalo kakak mencantumkan salah satu quote dari Paul Watson tersebut 😆

    Like

  2. Aku suka keluwesan dan kelugasan tulisan akak dalam mereview. Ditambah lagi banyak terselip quotes2 di tengah2 review yang akak buat.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s