Giveaway · Romance · Young Adult

[Blog Tour & Giveaway] Dongeng Tentang Waktu

Cover Dongeng Tentang Waktu

Title : Dongeng Tentang Waktu

Author: Titi Sanaria

Editor: Rosi L. Simamora

Illustrator: Orkha Creative

Published: June 2016 (GPU)

Pages: 336

ISBN: 978-602-03-2956-7

Harga: –

Genre: Romance – YA

Rate: thumbsthumbsthumbsthumbsthumbs2

BLURB

Bram meninggalkanku saat upacara pernikahan kami sudah di depan mata. Begitu saja. Tanpa alasan jelas. Dan kuhabiskan ratusan hari hanya untuk berusaha melupakan laki-laki itu. Untunglah kesibukan sebagai dokter residen membantuku melangkah ke depan, apalagi kemudian aku bertemu Pram, pria yang membuatku tertarik. Aku berpikir, inilah saatnya aku melanjutkan hidup.

Namun Bram tahu-tahu kembali, justru ketika aku mulai mengisi hari-hariku dengan Pram. Hatiku bimbang. Yang menyesakkan, di tengah kegalauan itu, sekali lagi aku ditinggalkan. Bukan hanya oleh Bram… atau Pram. Melainkan oleh keduanya.

Sungguh, sesulit itukah mendapatkan cinta sejati?

***

SINOPSIS

Tidak ada yang salah denganku. Aku hanya menjalani kehidupan sebagaimana wanita lainnya saat jatuh cinta. Merencanakan pernikahan dengan pria yang kukira juga mencintaiku bukanlah kesalahan. Dan ketika dia memutuskan meninggalkanku, itu juga bukan kesalahanku. [hal. 9]

Ya, Mia sama sekali tidak menyangka dan tidak mengerti mengapa pada detik-detik menjelang hari bahagianya, semuanya justru berbalik 180 derajat! Pria yang hampir bersanding dengannya di pelaminan justru meninggalkannya tanpa penjelasan apapun! Bayangkan betapa beratnya hari-hari yang harus dilalui oleh Mia untuk mengembalikan kepercayaan dan harga dirinya sebagai seorang perempuan!

Astaga, apa yang kulakukan sejak sore tadi? Menyeret-nyeret seseorang untuk menemaniku menelusuri kembali semua jejak kenanganku yang sudah tergerus waktu? [hal. 53]

Berkat kesibukannya sebagai seorang dokter residen, Mia mulai mampu melangkah ke depan meski tanpa Bram. Tentu saja rasa sakit itu belum lenyap sama sekali, namun toh Mia tidak lantas terus berkubang dalam kedukaan karena ditinggalkan pria itu. Ketika pada akhirnya sebuah pertemuan baru tercipta, tanpa diminta, kenangan tentang kebersamaan Mia dan Bram justru terus saja menghampiri.

“Aku tidak pernah memenangi perdebatan dengan ibuku. Jadi mengikuti perintahnya adalah cara paling aman untuk menghindari perang dunia ketiga”. [hal. 101]

Seorang ibu tak akan diam saja melihat anaknya bersedih kan? Mungkin itulah yang akhirnya membuat ibunda Mia bersikeras untuk mengenalkan anak perempuan semata wayangnya itu kepada anak temannya. Dan ya… setelah berkali-kali menghindar, akhirnya Mia pun harus menyerah kalah pada kegigihan mamanya. Yup! Sampailah ia pada momen itu: berkenalan dengan seorang pria atas desakan mamanya!

“Kamu juga menyukainya, kan? Jangan mengelak, aku tidak buta. Kamu tidak akan membiarkannya berkeliaran didekatmu jika dia tidak membuatmu nyaman. …” [hal. 204]

Ya. Setelah episode patah hati secara tiba-tiba dan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk memulihkan hatinya yang terluka, kini Mia mulai membuka hatinya untuk pria lain. Meskipun luka dihati Mia belum benar-benar sembuh, entah mengapa ia merasa nyaman berada di dekat Pram.

“Aku tidak pernah melupakanmu, Mia. Dan memang tidak ingin. Jika menuruti kehendakku, aku takkan pernah pergi dari sisimu. Kamu tahu kan betapa aku mencintaimu?” [hal. 262]

Tentu saja perasaan Mia gak karuan ketika tiba-tiba saja pria yang hampir menjadi suaminya itu muncul kembali di hadapannya dengan kata-kata yang dulu begitu diimpikannya! Ya! Ratusan hari Mia bermimpi kalau Bram akan datang kembali ke sisinya. Namun tidak dalam kondisi seperti sekarang, dimana Mia sudah mulai berhasil melupakan pria itu. Ketika Mia mulai berani melangkah maju dengan membuka lembaran baru dalam hidupnya bersama sosok pria yang lain.

“Kamu tidak bisa memiliki keduanya, kan? Itu yang disebut memilih. Kita wanita, Mia. Dan wanita ditakdirkan dengan kemampuan untuk mudah menerima dan mencintai. Jadi saat kita dihadapkan pada dua pilihan, kita harus memilih orang yang lebih mencintai kita.” [hal. 298]

Mampukah Mia membuat pilihan diantara para pria yang berusaha merebut hatinya? Seorang pria dari masa lalu yang pernah begitu ia cintai, namun pada akhirnya meninggalkannya dengan luka yang teramat dalam. Seorang pria yang setelah melewati proses panjang pertemanan kini mulai mendapat tempat spesial di hati Mia. Atau justru seorang pria lain yang merupakan rekomendasi langsung dari sang mama.

“Saat Tuhan menentukan jodohmu, Dia tidak perlu bertanya lebih dulu padamu apakah pria itu tipemu atau bukan.” [hal. 85]

Sanggupkah Mia benar-benar menerima segala konsekuensi dari pilihannya? Hanya waktu yang kembali dapat menjawabnya…

***

Review

Dongeng Tentang Waktu adalah karya perdana Titi Sanaria yang diterbitkan oleh GPU (Gramedia Pustaka Utama) dan masuk dalam lini Amore. Kisah dalam buku ini ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, dengan “aku” merujuk pada Mia; sang tokoh utama yang berprofesi sebagai seorang Dokter Residen di sebuah RSUD di Sulawesi Tenggara.

Desa di tepi pantai dengan bukit-bukit di belakangnya. Tempat yang indah. Pemandangan matahari terbenamnya luar biasa, pasir pantainya putih bersih. Ada teluk yang membatasi desa itu dari dunia luar, membuatnya terisolir. Di ujung teluk terdapat laut lepas, maka saat matahari terbenam, kita akan menyaksikan bulatan sempurna berwarna merah jingga itu perlahan menghilang ditelan gelombang laut. [hal. 30-31]

Salah satu hal menarik dalam novel ini adalah Sulawesi Tenggara yang menjadi latarnya. Penulisnya berhasil membuatku menyukai propinsi ini ketika ia dengan sangat baik mendeskripsikan beberapa tempat memukau yang melatarbelakangi kisah ini. Memang bukan tempat-tempat yang mewah, melainkan tempat-tempat yang memiliki keindahan alami. Membuatku ikut merasakan mengapa Mia betah sekali berpraktek di daerah yang sebenarnya bisa dibilang cukup terpencil itu.

Hal itu mengajariku sesuatu–jangan terlalu cepat menghakimi seseorang. Terkadang apa yang tertangkap mata tak lantas membuat kita tahu kenyataan sebenarnya. Kita cenderung membenarkan pesan yang disampaikan mata kita ke kepala. Pesan yang sering menyesatkan. [hal. 92]

Jika kamu mengira bahwa kisah cinta ini sama dengan kisah cinta lainnya, maka kamu salah besar! Dongeng Tentang Waktu tidak hanya berkisah tentang triangle love ala roman picisan pada umumnya. Buku ini berkisah tentang cinta yang sangat sulit dilupakan, pengorbanan yang luar biasa, kegigihan untuk bangkit dari kejatuhan yang begitu menyakitkan, berani menerima kenyataan pahit yang ditawarkan kehidupan, bahkan juga keberanian untuk dapat terus melangkah maju.

“Kalian tahu siapa yang paling sukses menerapkan prinsip ekonomi tersebut dalam hidupnya?” …

“Cinderella.”…

“Dia hanya perlu sebelah sepatunya untuk mendapatkan kedudukan sebagai permaisuri. Irit sekali, kan? Bayangkan apa yang bisa didapatkannya jika mengorbankan sepasang sepatunya.” [hal. 156]

Yang paling kusukai dari novel ini adalah humor-humornya yang cerdas dan kalimat-kalimat yang menggigit dari tokoh-tokohnya. Bisa dibilang tokoh-tokoh dalam novel ini semuanya memegang perana penting dan gak ada yang cuma sekedar “tempelan” belaka. Interaksi Mia dengan sahabat-sahabatnya dan rekan-rekan seprofesinya juga begitu hidup dan sangat menarik diikuti.

“Aku punya waktu seumur hidup untuk mendengarkanmu, Sayang.” [hal. 328]

Overall, aku sangat menyukai novel ini dan merekomendasikannya untuk kamu baca! Gak nyangka banget kalau novel sebagus ini adalah karya perdana penulisnya loh! Yang hebatnya lagi, seluruh royalti penjualan novel ini akan disumbangkan ke Rumah Baca Rebung Cendani.

***

Dongeng Tentang Waktu juga memiliki banyak sekali quote menarik loh (termasuk kalima-kalimat sindiran!). Selain beberapa quote yang sudah kuselipkan dalam sinopsis dan review diatas, berikut ini juga masih ada beberapa quote menarik lainnya :

“Orang tidak perlu punya sifat sama untuk bisa menjadi sahabat.” [hal. 18]

“Menikah?” … “Apa itu? Semacam wadah yang melegalisasi hubungan seks?” [hal. 29]

…Apakah kamu masih mengingatku? Karena aku sekarang teringat padamu. Merindumu meski tidak ingin. Tahu harus melepasmu tapi tak pernah cukup memiliki kerelaan. Aku di sini, Bram. Seperti pecundang yang menyeret kotak kenangannya ke mana-mana karena tak mampu membuangnya. Berusaha terlihat setegar karang tapi hatiku keropos di dalam. [hal. 35]

Sulit? Bila kata sulit mencakup berember-ember air mata, rasa sakit yang mengimpit jiwa, dan rasa penasaran yang tak pernah berujung, ya itu memang sulit. Tapi sepertinya kata sulit terlalu sederhana untuk menggambarkan apa yang kurasakan dulu. [hal. 38]

Kemiskinan di daerah pelosok adalah rantai setan yang sulit ditemukan ujungnya untuk diurai. [hal. 39]

…Dan aku kembali teringat meski tak ingin. Apakah kamu juga kadang-kadang teringat? Hari ini aku bahkan tidak bisa menarik napas tanpa melihatmu bermain di kelopak mata. Bisakah kamu katakan bagaimana caramu melupakanku karena aku juga tak ingin tersiksa seperti ini? [hal. 41]

Aku akan menjagamu dan anak-anak kita kelak sebagaimana kepala kawanan babi hutan ini menjaga rombongannya, Mia. Ini janji. [hal. 49]

“Kamu yakin? Jangan-jangan hanya tubuhmu yang kembali tapi hatimu tertinggal di sana.” [hal. 73]

“Peraturan pertama saat menjajaki pria adalah mengetahui pekerjaannya. Kita boleh saja tidak materialistis, tapi harus memastikan dia bisa membiayai semua kebutuhan dan hobi kita setelah menikah.” [hal. 78]

“Kalau kamu sudah melewati masa pemujaan fisik, Ty, kamu akan cukup dewasa untuk menyadari bahwa memilih pasangan hanya berdasarkan hormon adalah tindakan paling bodoh, tidak masuk akal, dan egois. Banyak masalah yang bisa dipecahkan oleh uang dan tidak oleh cinta. Kecuali kita sedang membicarakan perdamaian dunia seperti Nona Barbie di kontes kecantikan dunia itu.” [hal. 123]

“… Orang yang terlahir di ranjang emas seperti kamu tidak mungkin memiliki suasana hati buruk.” [hal. 127]

“Bila ukurannya materi, memang iya. Tapi aku jadi sulit membedakan apakah orang menyukai dan mau berteman denganku karena diriku, maksudku kepribadianku, dan bukan karena menginginkan sesuatu dariku. Perasaan seperti itu tidak menyenangkan. Aku punya beberapa pengalaman buruk tentangnya.” [hal. 128]

“Kesetiaan itu sebenarnya pilihan,”…”Dan setiap orang punya pilihan berbeda untuk hidupnya.” [hal. 132]

“Bukannya kita sudah kenal cukup lama? Dan lagi, hubungan yang terjalin baik tidak tergantung pada kuantitas pertemuan, melainkan lebih pada kualitasnya.” [hal. 134]

“Teman tidak berpikir soal kerepotan dan kenyamanan jika membutuhkan sesuatu dari temannya.” [hal. 138]

“Aku tidak menyalahkanmu. Uang selalu bisa memenangkan hati wanita mana pun. Uang berbicara lebih romantis daripada kata-kata paling puitis sekalipun.” [hal. 142]

“Uang adalah bahasa universal yang akan memenangi semua perundingan paling alot sekalipun.” [hal. 144]

Tapi aku yakin masih ada beberapa hal yang tidak bisa ditukar dengan uang dalam hidup ini. Harga diri, integritas, loyalitas, keluarga, persahabatan, dan kesetiaan adalah sedikit dari hal-hal itu. [hal. 146]

“…Kalau kita punya rencana cadangan untuk semua hal yang berkaitan dengan uang dan pekerjaan, aku tidak melihat itu buruk diterapkan dalam hubungan percintaan.” [hal. 155]

“Apakah kita memang benar-benar sudah hidup di zaman di mana patokan kesuksesan seseorang diukur dari jumlah materi yang dimilikinya?” [hal. 155]

“Kadang-kadang kematangan mental emosional tidak berbanding lurus dengan umur. …” [hal. 164]

“… Satu hal yang aku yakini karena aku pernah mengalaminya, pria akan melakukan apa saja untuk orang yang dicintainya. Dan perasaan bukan hal yang dapat dihilangkan sekejap mata.” [hal. 166]

“… Itulah keajaiban hati, bisa membuatmu iba dan benci hanya dalam hitungan menit. Juga bisa membuatmu merasa begitu mencintai dan membenci pada saat bersamaan. Hati membuat kita merasakan berbagai emosi yang bahkan tidak dapat dibayangkan pikiran kita.” [hal. 168]

“Ternyata memang tidak ada laki-laki yang bisa dipercaya. kemampuan dan keinginan berselingkuh itu sudah ada dalam cetak biru DNA mereka. …” [hal. 228]

“Orang harus berteriak saat harus berteriak, menangis saat ingin menangis. Bukan karena lemah tapi untuk merasa lega. Jangan bersembunyi di balik ketegaran padahal hatimu memborok di dalam.” [hal. 229]

giveaway

Nah! Setelah membaca sinopsis dan reviewnya, pasti deh kalian penasaran pengen baca langsung kisah Mia dan pria-pria didekatnya. Worry not! Akan ada paket buku istimewa dari GPU untuk kalian loh! Yeaaaayyy!!! ^o^

Pertanyaan:

Kalau kamu berada dalam posisi Mia, siapakah yang akan kamu pilih untuk menjadi pendampingmu kelak? Bram? Pram? Atau bahkan malah anak dari teman dekat mamamu? [clue: baca baik-baik BLURB & SINOPSIS]

Dan kenapa kamu memilihnya?

Syarat dan caranya:

1. Follow blog ini, serta akun twitter @womomfey@TSanaria & @Gramedia [WAJIB]

2. Share info GA ini di timeline kamu (via twitter) dengan mention @womomfey,  @TSanaria   @Gramedia dengan menyertakan hastag #DongengTentangWaktu

3. Tulis jawaban kamu di kolom komentar dari post ini dengan menyertakan nama, akun twitter yang dipakai untuk share info giveaway ini, link share, alamat e-mail, serta domisili.

4. Blog Tour #DongengTentangWaktu  ini berlangsung sampai tanggal 24 Juli 2016.

5. Giveaway ini hanya berlaku bagi kalian yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia ya. Kalau kamu tinggal di luar negeri namun memiliki alamat di Indonesia, berarti kamu masih bisa ikutan loh!

6. Pengumuman pemenang akan dilakukan paling lambat 3 hari setelah berakhirnya blog tour ini.

7. Good Luck

PS: This review is also submitted for:

Reading Romance Challenge 2016

Young Adult Reading Challenge (YARC)

Project Baca Buku Cetak 2016 (#BacaBukuCetak)

Advertisements

34 thoughts on “[Blog Tour & Giveaway] Dongeng Tentang Waktu

  1. Nama : Yohana
    Twitter :@MrSiallagan
    Link Share : https://twitter.com/MrsSiallagan/status/754818979210723328
    Email : yohanasiallagan23@gmail.com
    Domisili : Siantar
    Jawaban ; Setelah membaca review diatas, aku putuskan tidak akan kembali lagi dalam kehidupan masalah lalu dengan Bram ataupun Pram. Lelaki macam apa itu/ Meninggalkan seorang wanita yang sedang bahagia dengan pernikahannya yang tiba-tiba pergi meninggalkan luka sekaligus tanya. Aku tidak akan pernah menilik masa lalu untuk keduanya. Move on adalah hal yang terbaik. Diri ini masih terlalu berharga untuk disakiti dan dia tidak berhak akan itu. Mungkin, pilihan lain dalam cinta adalah menerima pertemanan yang dianjurkan oleh mama. Yap, mungkin itulah pilihan yang terbaik saat ini, mama sudah kenal betul dengan anak yang akan dijodohkan denganku. Pilihan orangtua tak pernah salah dan dia hanya mengupayakan yang terbaik untuk anaknya, tidak ada salahnya menerima perkenalan itu dan memulai kisah yang baru dengan lelaki baru, siapa tahu itulah jodohku.

    Like

  2. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/754832896934879232
    E-mail : kazuhanael_ratna@yahoo.co.id
    Domisili : Jepara

    Saya rasa, saya tidak akan memilih Bram. Karena dia sudah meninggalkan luka tanpa kejelasandan tak bertanggungjawab. Saya akan memilih Pram, seseorang yang dikenalkan ibunya.

    “Dan ya… setelah berkali-kali menghindar, akhirnya Mia pun harus menyerah kalah pada kegigihan mamanya. Yup! Sampailah ia pada momen itu: berkenalan dengan seorang pria atas desakan mamanya!”

    Yah, desakan mamanya, akhirnya membawa cinta baru dan bisa melupakan Bram. Jadi kenapa tidak? Mungkin inilah yang terbaik. Bukankah Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Dan keberadaa Pram mungkin itulah jawabannya.

    Like

  3. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/754883667827290112
    e-mail: auliyati.online@gmail.com
    domisili: Serang

    Kalau kamu berada dalam posisi Mia, siapakah yang akan kamu pilih untuk menjadi pendampingmu kelak? Bram? Pram? Atau bahkan malah anak dari teman dekat mamamu? [clue: baca baik-baik BLURB & SINOPSIS]
    Dan kenapa kamu memilihnya?

    Apa yang dilakukakan Bram, jelas sangat menyakitkan. Meninggalkan mempelai wanita saat menjelang pernikahan dan tanpa alasan apapun, itu sangat keterlaluan. Bukan hanya menyakiti Mia, namun juga orangtua dan keluarganya, sekaligus mempermalukan mereka. Ketika dia tiba-tiba muncul lagi dan kembali menawarkan cinta, buatku itu sudah tidak ada gunanya. Kalau berada di posisi Mia, aku tidak akan mikir dua kali untuk menolak Bram dan tidak akan pernah kembali padanya. Apalagi di saat sudah ada orang lain yang mengisi hati.

    Pram memang membantu menyembuhkan luka dan mengisi hari-hari Mia sehingga bisa kembali pulih dari luka patah hati. Namun jika Pram juga akhirnya meninggalkan Mia, seperti yang tersurat di Blurb, Pram pun bukan pilihan yang tepat, karena akhirnya akan kembali memunculkan luka patah hati untuk Mia karena ditinggalkan.

    Jika berada dalam posisi Mia, aku akan mencoba mengikuti keinginan mama untuk berkenalan dengan anak dari teman dekatnya. Berkenalan dengan orang baru akan memperbesar peluang untuk menemukan jodoh. Lagi pula seorang ibu pasti akan memberikan yang terbaik buat anaknya, apalagi dalam urusan jodoh. Bukankah ridho orangtua adalah ridho Allah SWT?

    Like

  4. Eny @Enythxz
    https://mobile.twitter.com/Enythxz/status/754940797045190657?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C5714343001
    enytok03@gmail.com
    Jogja

    Bram dan Pram tidak layak untuk Mia mereka berdua sama-sama meninggalkan Mia.

    Untuk apa memilih Bram kembali yang sudah jelas ketika pernikahannya justru meninggalkan Mia. Lelaki seperti itu tidak pantas hadir kembali ke hidupannya Mia , setidaknya ketika Bram meninggalkan Mia dia harus memberitahu alasannya sebelum pernikahan itu benar-benar terjadi. Betapa hancurnya Mia seketika itu , pernikahan acara yang sakral seolah hanya sebuah permainan bagi Bram. Bram bagai seorang pengecut yang lari dari pernikahannya sendiri dengan menghancurkan harga diri pasangannya.

    Apalagi dengan Pram, dia telah menyembuhkan luka Mia, tapi itu hanya permulaan setelahnya Mia terluka untuk kedua kalinya ditinggalkan lelaki. Seharusnya pram tau jelas luka dan sakitnya Mia ketika ditinggalkan Bram ketika itu, tapi nyatanya Pram sama dengan Bram sama-sama menyakiti hati dan perasaan Mia. Mungkin seperti peribahasa “sudah jatuh tertimpa tangga” sudah dilukai Bram tapi juga dilukai sekaligus oleh Pram.

    aku akan mencoba mengikuti keinginan mama untuk berkenalan dengan anak dari teman dekatnya. Apa salahnya mencoba ,toh ketika tidak menyukainya aku akan berterus terang tanpa menyakiti hatinya. Walaupun tidak berjodoh kita masih bisa berteman, lagi pula jodoh gak kemana selama kita berusahan dan mau membuka hati untuk orang lain.

    Like

  5. Eny @Enythxz
    https://mobile.twitter.com/Enythxz/status/754940797045190657?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C5714343001
    enytok03@gmail.com
    Jogja

    Bram dan Pram tidak layak untuk Mia mereka berdua sama-sama meninggalkan Mia.

    Untuk apa memilih Bram kembali yang sudah jelas ketika pernikahannya justru meninggalkan Mia. Lelaki seperti itu tidak pantas hadir kembali ke hidupannya Mia , setidaknya ketika Bram meninggalkan Mia dia harus memberitahu alasannya sebelum pernikahan itu benar-benar terjadi. Betapa hancurnya Mia seketika itu , pernikahan acara yang sakral seolah hanya sebuah permainan bagi Bram. Bram bagai seorang pengecut yang lari dari pernikahannya sendiri dengan menghancurkan harga diri pasangannya.

    Apalagi dengan Pram, dia telah menyembuhkan luka Mia, tapi itu hanya permulaan setelahnya Mia terluka untuk kedua kalinya ditinggalkan lelaki. Seharusnya pram tau jelas luka dan sakitnya Mia ketika ditinggalkan Bram ketika itu, tapi nyatanya Pram sama dengan Bram sama-sama menyakiti hati dan perasaan Mia. Mungkin seperti peribahasa “sudah jatuh tertimpa tangga” sudah dilukai Bram tapi juga dilukai sekaligus oleh Pram.

    aku akan mencoba mengikuti keinginan mama untuk berkenalan dengan anak dari teman dekatnya. Apa salahnya mencoba ,toh ketika tidak menyukainya aku akan berterus terang tanpa menyakiti hatinya. Walaupun tidak berjodoh kita masih bisa berteman, lagi pula jodoh gak kemana selama kita berusaha dan mau membuka hati untuk orang lain.

    Like

  6. Nama: Elsita F. Mokodompit
    Twitter: @sitasiska95
    Link Share: https://twitter.com/sitasiska95/status/754947661053235200
    email: elsitafransiska@gmail.com
    Domisili: Gorontalo

    Jika saya berada pada posisi Mia maka yang akan saya lakukan adalah menerima usul dari mama saya untuk berkenalan dengan anak teman dekatnya . Mengapa? Karena Bram bukan orang bisa saya percaya setelah menyakiti sedemikian rupa. Mungkin bisa disebut paranoid tapi jika saya kembali bersama Bram maka tidak menutup kemungkinan ia akan melakukan hal yang sama; meninggalkan saya tanpa alasan yang jelas. Saya juga tidak akan mengejar Pram. Sebagai laki-laki yang mmebuat saya tertarik, ia mungkin seharusnya saya pertahankan. Tapi ketika Bram mulai hadir kembali dan ia juga meninggalkan saya (mungkin saya akan berpikir bahwa ia tidak nyaman oleh Bram atau ragu pada saya) tetapi itu akan membawa saya pada satu kesimpulan bahwa ia tidak cukup mau memperjuangkan saya meskipun ada Bram yang berusaha menarik kembali perhatian saya. Maka, akan lebih baik jika saya menerima usul mama dan mencoba mengenal anak teman dekatnya dengan lebih baik. Mungkin ia bisa mendatangkan warna baru dalam hidup saya dan saya tidak akan tahu sebelum mencobanya. Sebagai perempuan, saya menginginkan laki-laki terbaik – minimal menurut pandangan saya untuk menjadi pendamping hidup.

    Like

  7. Nama: Yunika Anwar
    Twitter : @yunikaanwar1
    Link share: https://mobile.twitter.com/yunikaanwar1/status/754989765305524224?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C5161801644
    Domisili : Tangerang

    Kalau aku jadi mia aku tidak akan memilih bram maupun pram. Untuk apa memilih bram jika saat sebelum menikah aja dia udah ninggalin tanpa sebab dan alasan bisa jadi saat sudah menikah itu akan terulang lagi dan meninggalkan seseorang saat menjelang hari pernikahan itu sangat tidak bisa dimaafkan. Dan untuk apa pula memilih pram jika dia juga meninggalkan mia seperti bram itu hanya akan menyakiti mia dan dari situ saya sadar kalau pram tidak cukup mencintai saya karena dia tidak memperjuangkan saya malah memilih pergi. Mungkin saya akan memilih usulan mama untuk mengenal anak teman dekatnya karena pilihan orang tua pasti tidak akan menjerumuskan anaknya dan pasti itu yg terbaik.

    Like

  8. Nama: Bintang Permata Alam
    Twitter: @Bintang_Ach
    Link share: https://twitter.com/Bintang_Ach/status/754987884088655872
    Email: bintangpermata45@gmail.com
    Domisili: Ngawi

    Seandainya, aku adalah Mia, dan aku dihadapkan langsung pada dua pilihan seperti itu, maka pilihanku jatuh pada…. Absolutely Bram.

    Kenapa?
    Mungkin, aku bisa dibilang bodoh karena kembali pada orang yang telah tidak bertanggungjawab di masa lalu. Tapi, bukankah cinta memiliki kendali atas segalanya? Ok, biar lebih jelasnya, aku di sini akan memosisikan diri benar-benar sebagai Mia, dan ada beberapa alasan kenapa aku (Mia) lebih memilih Bram.

    SATU.
    Meski sudah hidup bersama Pram dan nyaman dengannya, rupanya kembalinya Bram ke hidup Mia secara tiba-tiba membuatnya bimbang, dan membuat hubungannya yang sudah terjalin dengan Pram menjadi tak pasti. Ini bisa menjadi alasan kenapa akhirnya aku (Mia) memilih Bram. Jelas kan, jika Mia tidak lagi mencintai Bram dan sudah mantap dengan Pram, kenapa dia harus bimbang dengan hadirnya Bram? Bimbangnya Mia saat hadirnya Bram membuatku yakin bahwa ia masih mengharapkan Bram. Kalau ia benar-benar mantap dengan Pram, semestinya dia cuek bebek dong dengan si Bram? Dan bukan tidak mungkin jika pilihanku (Mia) jatuh kepada Bram, selagi cinta itu masih ada.

    DUA.
    Mia sering memimpikan Bram. Ya, dengan seringnya Bram hadir di mimpi Mia, maka sedikit kemungkinan dia akan melupakan Bram begitu saja. Jadi, bukan tanpa alasan jika aku (Mia) lebih memilih Bram. Ya, kan?

    TIGA.
    Di sinopsis yang diberikan Mba Kitty, terdapat kalimat ‘Sanggupkah Mia benar-benar menerima segala konsekuensi dari pilihannya?’

    Kita fokus pada kata ‘konsekuensi’. Hayooo… aku mengartikan kata ‘konsekuensi’ memiliki maksud yang sama dengan kata ‘akibat’. Jadi, jika pilihan Mia menyebabkannya menanggung konsekuensi atau akibat, maka sudah jelas kan jika pilihan Mia jatuh kepada……. (seseorang yang telah menyakitinya)

    Jika Mia memilih Bram, maka ia harus siap menerima segala bentuk konsekuensinya, salah satunya ditinggal Bram untuk kedua kalinya. Dan semoga saja itu tidak terjadi. Itulah yang mungkin dimaksud Mba Kitty dengan kata ‘konsekuensi’.

    Mungkin, ya… hihi.

    Like

  9. Nama : Heni Susanti
    Akun Twitter : @hensus91
    Link Share : https://twitter.com/hensus91/status/755209071242817536
    Email : henis_minozz@yahoo.com
    Domisili : Pati – Jawa Tengah

    Kalau HARUS memilih diantara Bram atau Pram atau anak teman dekat Mama, setelah membaca blurb dan sinopsis, aku memilih anak teman dekat Mama – itu pun kalau dia mau denganku 😀 . Alasannya jelas karena meskipun Bram kembali setelah memberikan luka yang begitu besar dan mengatakan amat sangat mencintaiku, juga Pram yang berhasil membuat tertarik dan nyaman dengannya, tapi kalau pada akhirnya mereka sama-sama meninggalkan aku tidak mungkin aku bisa memilih mereka. Bukankah kalau mereka mencintaiku mereka akan berjuang untuk bertahan di sisiku dan bukannya pergi meninggalkanku? Dan aku tentu sulit percaya mereka mencintaiku apa pun alasan kepergian tak jelas mereka.

    Sedangkan anak teman dekat Mama yang entah siapa itu, aku akan percaya dengan pilihan Mama. Beliau pasti telah mengetahui seluk beluk si pria sebelum menawarkannya padaku. Tak mungkin beliau memberikan pilihan yang buruk untuk anaknya yang sedang patah hati ‘kan? Yah, walaupun tidak untuk langsung menikah, aku akan mencoba menerima pilihan Mama. Ridho Allah kan bergantung ridho orang tua, siapa tahu kali ini Allah merindhoi aku bahagia dengan pria pilihan Mama.
    —— Ini aku versi Mia, ya? 😀

    Demikian dan terima kasih 🙂

    Like

  10. Nama :Lois Ninawati
    Twitter : @_loisninawati
    Email : ninawatilois@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/_loisninawati/status/755270323981787136
    Domisili : Situbondo, Jawa Timur

    Kalau aku jadi Mia, aku pasti bingung bakalan milih yg mana, tapi aku bakalan milih Bram. Kenapa? Karena melupakan orang yg pernah singgah di hati kita sampai begitu dalam iyltu nggak mudah. Apalagi kenangan sama dia itu begitu banyak, bahkan hampir sampai ke jejak pernikahan. Aku yakin, meskipun ada orang yg nggantiin posisinya Bram saat Bram pergi, Mia pasti blm bisa melupakan Bram sepenuhnya.

    Jadi itu alasanku memilih Bram.😁

    Like

  11. Nama: retno
    Twitter: @retnomauli08
    Email: retnomauli1@gmail.com
    Share: https://twitter.com/retnomauli08/status/755282255623364608
    Domisilin: Jember, Jatim

    Andai aku diposisi Mia aku akan memilih Pram, sesosok orang yang menemaniny saat jatuh terpuruk krn cinta.. dan krn Pram hari” Mia terobati krn luka masa lalu nya. Membuka hati untuk orang yg baru dikenal membutuhkan proses wktu yg pnjang hingga hatinya benar” bisa menerima. So, kalo aku jadi mia aku memilih pram

    Like

  12. Nama : Fridalia Septiarini H
    Twitter : @frdliash
    E-mail : fridaliash20@gmail.com
    Link Share : https://twitter.com/frdliash/status/755298227637723136
    Domisili : Purwakarta,Jawa Barat
    Jawaban :
    Entah kenapa dari review dan sinosis yang aku baca. Aku malah tertarik pada sosok Bram. Jika aku menjadi Mia, aku akan memilih Bram. yang walaupun dia orang yang membuat luka besar dihati Mia, dia mau kembali berusaha mengobati, ingin membuka lembaran baru bersama Mia. Ia mungkin hanya baru sadar bahwa Ia benar-benar mencintai Mia.
    aku sama sekali tidak tertarik dengan Pram yang berusaha mengobati luka Mia, namun ternyata sama-sama meninggalkan mia, Ia yang jelas-jelas tahu Mia memiliki masa lalu yang menyakitkan, dengan teganya memperbesar luka Mia. Aku juga tidak tertarik dengan usulan Mama. orang itu belum tentu mencintai Mia. Ia belum tentu juga tidak meninggalkan Mia seperti laki-laki sebelumnya. Tapi Bram, Ia mau menyadari kesalahannya dan ingin kembali memperbaiki hubungan dengan Mia. Bodoh mungkin kembali pada masa lalu, tapi jika sama-sama berjuang memperbaiki. apa salahnya kan?

    Like

  13. Devi Ambar Wati
    @ivedvedi

    Kediri.
    Saya akan memilih Pram, sebgai pendamping saya kelak.
    Alasan-Karena dengan bersama Pram. Saya merasa nyaman. Meskipun lelaki pendahulu datang kembali. dan sempat bimbang. pilihan saya tetap jatuh pada Pram.
    yang dinamakan kenyAmanan itu adalah kecocokan. Enak apa nggak? Kalau sama Pram ajah UDAH bahagia. kenapa musti pilih yang lain…..
    :’////))))

    Like

  14. Nama : Nita
    Link Share :https://twitter.com/xtheicequeenx/status/755359528158240768
    Domisili : Samosir
    Twitter : @xtheicequeenx
    Jawaban : jika saya jadi Mia, maka saya tidak akan pernah memilih Bram atau Pram. Lelaki macam apa mereka itu? ini hati bukan untuk disakiti terus, saya tidak pernah mentolerir perbuatan mereka, daripada saya harus meladeni perasaan mereka kembali lebih baik saya move on dan mempertimbangkan pilihan mama, mama pasti berniat baik terhadap saya dengan memilihkan jodoh yang terbaik, bukankah setiap orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya? mama pasti sudah kenal betul dengan pilihannya, dan pastinya saya harus berpikir positif dan membuka hati supaya dapat melupakan perbuatan pram dan bram. Siapa tahu jika pria pilihan mama adalah jodoh yang terbaik buat saya.

    Like

  15. nama: hakimah putri
    twitter: @kimah_khimah
    email: hakimahputri@gmail.com
    link share: https://mobile.twitter.com/kimah_khimah/status/754824598177230849?p=v
    domisili: bekasi,jabar

    kalau aku jadi mia aku akan memilih Bram
    alasannya karena mia pernah menjalin hubungan yg serius dengan bram walau akhirnya berpisah. tetapi dengan ingin kembalinya Bram kesisi mia,itu menunjukkan keseriusan bram dengan mia. jadi memberikan kesempatan kedua mungkin sesuatu yg benar

    Like

  16. Nama : Deria Anggraini
    Twitter : @deriaanggraini_
    Link share : https://mobile.twitter.com/DeriaAnggraini_/status/755581603795959808?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4218841464
    Email : deriaanggraini21@gmail.com

    Jawaban : Kalau saya jadi Mia, saya tanyakan hati saya, hati saya mencintai siapa, memihak pada siapa. Ditinggalkan seseorang memang sakit, apalagi kalau kita mencintai orang tersebut. Seperti quote yg berbunyi ‘You hurt the one you love the most’. Jadi meskipun Bram menyakiti Mia, pasti Bram pernah mencintai Mia. Meskipun Bram pernah menyakiti Mia, kalau saya menjadi Mia dan masih mencintai Bram, saya akan memberikan Bram kesempatan kedua. Meski Bram pernah sangat menyakiti Mia, namun dia juga pernah memberikan kebahagian yg indah pada Mia. Jangan melupakan beribu kenangan indah dengan hanya satu kenangan pahit.

    Like

  17. Nama : Lely Nurvita Sari
    Akun twitter : @LelyNurvita
    Link share : https://twitter.com/LelyNurvita/status/754977461121593345
    Alamat e-mail : lelynurvitasari@gmail.com
    Domisili : Medan

    Jawaban :
    Menurutku, ini pilihan yang cukup berat namun tak mungkin melarikan diri dari pahitnya kenyataan. Kalau aku berada dalam posisi Mia, aku akan memilih Bram sebagai pendampingku.

    Semua orang pasti akan mengatakan itu adalah keputusan terbodoh. Ditinggalkan, disakiti, dan dicampakkan tanpa alasan oleh orang yang sangat dicintai di hari pernikahannya. Benar-benar sangat menyakitkan, terlalu dalam luka yang ditorehkan sehingga sulit untuk bangkit. Dan pastinya aku akan mencoba melupakan semua tentang Bram, tapi sayangnya melupakan seseorang yang sangat dicintai bukanlah hal mudah.

    Dan kembalinya Bram, memang sungguh menyakitkan tapi bagaimana jika Bram ingin memperbaiki masa lalu itu? Bagaimana jika Bram ingin menjelaskan semuanya? Aku akan memberikan kesempatan kedua karena aku ingin mengetahui alasannya dan aku tak ingin kehilangan dirinya lagi. Mungkin ini sangat egois, tapi ini tentang cinta dan hatilah yang harus berbicara. Meskipun suatu saat aku akan tersakiti lagi, aku harus bisa menerima konsekuensi dari keputusanku sendiri.

    Like

  18. Nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    Akun: @san_fairydevil
    Link: https://twitter.com/san_fairydevil/status/755866457532080128
    Email: alamadt_saya@yahoo.com
    Domisili: Surakarta

    Jawaban: Bram
    Bram. Kenapa?
    Menyakitkan memang ditinggal dihari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia tanpa alasan yang jelas. Tapi ketika ternyata dia kembali dan masih bisa memunculkan suatu perasaan aneh di dalam hati, bukankah itu cukup menjadi bukti kalau jauh di dalam hatiku kalau aku masih mencintainya? Masih mengharapkan kedatangannya kembali? Dia memang brengsek dan kurang ajar. Tapi setidaknya dia tidak pengecut seperti Pram.
    Pram, dia datang, membuatku percaya kalau masih ada yang namanya cinta sejati. membuatku percaya kalau aku akan selalu merasa nyaman bersamanya tapi ketika suatu halangan datang, dia malah pergi begitu saja tanpa berusaha mempertahankan posisinya bersamaku. Seolah mengatakan kalau semua itu hanya imajinasiku. Bahwa hanya aku sendiri yang kegirangan akan semua perhatiannya.
    Sedangkan kalau untuk teman yang mamaku kenalkan, aku tidak begitu mengenalnya. Terlebih sudah ada dua orang yang mencuri hatiku. Dan salah satunya sudah pernah mencurinya dan sekarang kembali berhasil mencurinya. Jadi mana mungkin aku bisa membiarkan hatiku tercuri oleh orang baru yang belum begitu kukenal?

    Like

  19. Atria Dewi Sartika
    twitter: @atriasartika
    Link: https://twitter.com/atriasartika/status/755904798793183232
    email: anora.widad@gmail.com
    domisili: Mamuju

    Kalau saya jadi Mia, saya cenderung akan memilih anak dari teman dekat mama yang ditawarkan pada saya. Ini karena saya yakin Mama sebagai orang terdekat amat kenal dengan karakter saya. Ia pun pasti amat memikirkan masa depan saya.. Sehingga jika Mama sampai menjodohkan saya dengan seseorang itu karena Mama pasti merasa bahwa kami akan cocok. Laki-laki ini akan mampu memahami karakter saya dan menerima saya apa adanya. Pun Mama pasti sudah pernah berinteraksi dengan anak temannya tersebut sehingga mampu menilai karakternya. Apakah akan “klik” dengan saya atau tidak.

    Dan bagi saya, Perempuan sebaiknya menikah dengan restu kedua orang tua, apalagi jika calonnya dipilihkan oleh orang tua karena jika hal buruk terjadi dalam rumah tangga, perempuan tersebut akan selalu punya tempat untuk “pulang” 🙂

    Like

  20. Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/754925182586789888?p=v
    E-mail : humairabalfas5@gmail.com
    Domisili : Purwakarta, Jawa Barat

    Kalau kamu berada dalam posisi Mia, siapakah yang akan kamu pilih untuk menjadi pendampingmu kelak? Bram? Pram? Atau bahkan malah anak dari teman dekat mamamu? [clue: baca baik-baik BLURB & SINOPSIS]

    Dan kenapa kamu memilihnya?

    Kalo aku jadi Mia, dalam waktu dekat aku tidak ingin memilih siapa-siapa, aku ingin menyembuhkan luka di hatiku lebih dulu yang belum lama baru sedikit terobati. Dibalik itu semua sebenarnya aku penasaran dan ingin menanyakan alasan besar mengapa mereka berdua pergi meninggalkan aku.

    Tapi jika dipaksa memilih, aku mungkin akan lebih memilih Pram. Jika Bram benar mencintaiku, seharusnya disaat dia datang lagi memasuki hidupku, dia bersungguh-sungguh dengan ucapannya yang mencintaiku dan menginginkan aku kembali, juga seharusnya Bram berusaha, bukan pergi meninggalkan aku lagi. Dia bisa menjelaskannya padaku dan memintaku untuk berada di sisinya agar selalu mendukung apapun yang dia lakukan untuk kebaikan hubungan kami kedepannya. Terlebih dia meninggalkanku disaat kami sudah punya status dan tinggal mengesahkan hubungan saja.

    Aku belum bisa membuka hati untuk orang lain lagi yang bahkan belum aku kenal sama sekali. Mungkin aku bisa berteman dengan anak teman mamaku, tapi bukan untuk hubungan yang lebih serius.

    Aku tau meninggalkan satu kali, bukan berarti dia akan melakukan kembali, meski tidak menutup kemungkinkan akan mengulanginya. Tapi meninggalkan dua kali, dia sudah tidak bisa dipegang lagi ucapannya.

    Sedangkan Pram, dia hadir disaat aku sedang terluka, dia mengajarkan lagi arti cinta dan makna sebuah hubungan. Dia juga sudah memiliki ruang di hati aku sebagai salah satu orang yang spesial. Disaat Pram pergi meninggalkanku, satatus kami belum seperti saat Bram meninggalkanku menjelang hari pernikahan. Mungkin saat Pram meninggalkanku, saat itu aku baru memiliki sedikit perasaan yang tumbuh.

    Aku merasa Pram meninggalkan aku karena ia mengira aku masih memiliki perasaan kepada Bram yang membuat aku bingung saat memilih. Aku merasa Pram mundur karena mengira aku akan lebih memilih Bram daripada dia.

    Aku sudah pernah ditinggalkan satu kali tanpa usaha dariku untuk mengejarnya, maka kali ini aku ingin mengejar perasaan yang bahkan baru tumbuh sedikit demi hubunganku dan kebahagiaanku. Aku bahagia dan nyaman bersama Pram, sedangkan saat aku bersama Bram yang aku ingat hanya luka saat ia mencampakkan aku.

    Like

  21. nama: emma
    twitter: @emmanoer22
    link: https://mobile.twitter.com/EmmaNoer22/status/756122621419237377?p=v

    email: amrelisha(at)gmail(dot)com
    domisili: riau

    jawaban: pilih Bram, Ketika
    pada akhirnya sebuah
    pertemuan baru tercipta,
    tanpa diminta, kenangan
    tentang kebersamaan Mia
    dan Bram justru terus saja
    menghampiri. Sebagai seseorang yang merasa di hianati dan ditinggalkan, yang dibutuhkan Mia adalah penjelesan tentu saja.

    Itulah keajaiban
    hati, bisa
    membuatmu iba
    dan benci hanya
    dalam hitungan
    menit. Juga bisa
    membuatmu
    merasa begitu
    mencintai dan
    membenci pada
    saat bersamaan.
    Hati membuat kita
    merasakan
    berbagai emosi
    yang bahkan tidak
    dapat dibayangkan
    pikiran kita.

    “Aku tidak pernah
    melupakanmu, Mia.
    Dan memang tidak
    ingin. Jika menuruti
    kehendakku, aku
    takkan pernah pergi
    dari sisimu. Kamu
    tahu kan betapa aku
    mencintaimu?” [hal.262]
    disini aku merasa ada sebab yang membuat Bram terpaksa meninggalkan Mia dan itu bukan karena kehendaknya sendiri tapi mungkin keadaanlah yang membuatnya harus pergi. Tapi pada akhirnya dia kembali bukan, meski begitu terlambat dan lama untuk kembali. Pada akhirnya dia kembali. Aku lebih menghargai seseorang yang memberiku rasa sakit untuk diobati (Bram), daripada seseorang yang memberiku obat kemudian mendorongku jatuh berulang kali (Pram). Aku tidak bisa mengomentari orang baru yang diberikan ibunya Mia karena sedikit sekali info dari review tentang sosok yang diberikan ibu Mia di sini.

    “Kamu tidak bisa
    memiliki keduanya,
    kan? Itu yang
    disebut memilih.
    Kita wanita, Mia.
    Dan wanita
    ditakdirkan dengan
    kemampuan untuk
    mudah menerima
    dan mencintai. Jadi
    saat kita
    dihadapkan pada
    dua pilihan, kita
    harus memilih
    orang yang lebih
    mencintai
    kita.” [hal. 298]

    Hal itu mengajariku
    sesuatu–jangan
    terlalu cepat
    menghakimi
    seseorang.
    Terkadang apa yang
    tertangkap mata tak
    lantas membuat
    kita tahu kenyataan
    sebenarnya. Kita
    cenderung
    membenarkan
    pesan yang
    disampaikan mata
    kita ke kepala.
    Pesan yang sering
    menyesatkan. [hal.92]
    seperti kutipan di atas, kita nggak bisa selalu membenarkan apa yang di lihat oleh mata kita, terkadang insting dan perasaan juga butuh dipergunakan.

    Like

  22. Nama : Fitriyani Djufri
    Twitter : @fdijeee
    Link share : https://mobile.twitter.com/fdijeee/status/756400933106352129?p=v
    Email : fitdjufri96@gmail.com

    Tentu saja jika saya berada diposisi Mia dan saya bisa memilih siapa yg akan menjadi pasangan saya seumur hidup, saya akan dengan tegas tidak memilih Bram maupun Pram. Kedua orang tersebut memilih meninggalkan Mia. Prinsip saya, jika ia memilih meninggalkan saya maka saya tidak akan menengok kebelakang lagi. Meskipun memang benar akan sangat sulit melupakan seseorang yg kita cintai seperti Mia yg sangat mencintai Bram, tapi ingatlah cinta kita sama sekali tidak dihargai olehnya dan malah memilih pergi. Coba fikir belum menjadi suami istri saja ia rela meninggalkan kita, bagaimana jika sudah menikah? Mau jadi janda muda jika tetap memilih orang yg seperti Bram? Itu alasan saya tidak memilih Bram. Lain halnya dengan Pram, sosok yg membawa Mia keluar dari lingkaran kegalauan setelah ditinggal calon suami, Bram. Saya rasa sosok yg seperti Pram memang sosok malaikat yg diciptakan Allah tapi tidak menjadi pasangan yg tepat. Karena di novel ini pada akhirnya Pram juga meninggalkan Mia. Saya memilih untuk berkenalan dengan seseorang rekomendasi Mama. Jika difikir, tidak ada orangtua manapun yg ingin melihat anaknya tida k bahagia. Pasti mama sedikit banyaknya tahu apa yg terbaik untuk anaknya.

    Like

  23. Nama: Zindy Regita Wulandari
    Twitter: @zindyre
    Link share: https://twitter.com/zindyre/status/756442579978387458
    Email: zindyregita@ymail.com

    If I were Mia, mungkin aku gak bakal pilih Bram maupun Pram. Aku pernah membaca sebuah buku karya Ilana Tan dimana salah satu tokohnya berkata “Aku bisa melupakan semuanya, tapi aku tidak akan kembali pada orang yang sudah meninggalkanku” kepada mantan pacarnya. Jadi, aku dengan tegas juga mengatakan tidak akan kembali pada mereka yang meninggalkanku tanpa alasan yang jelas. Seorang pria harus memiliki keputusan dan tidak teguh pada keputusannya tersebut. Karena Bram maupun Pram meninggalkanku (Mia), maka tidak ada yang perlu dikembalikan lagi kurasa. Dan Mama, sama seperti Mia di novel ini, aku juga ga bisa menang saat berdebat dengan mama, dan sejauh ini Mama selalu tahu yang terbaik untukku, jadi mengapa tidak saat Mama ingin mengenalkan seseorang padaku? Walaupun belum tahu siapa dia, tapi mama tidak mungkin mengenalkan kita kepada seseorang yang tidak baik untuk anaknya, terlepas apakah orang itu memang yang terbaik atau bukan 🙂

    Like

  24. Nama : Felicia Vika Y.
    Twitter : @VikaFelicia
    Kota : Yogyakarta
    Link share : https://twitter.com/VikaFelicia/status/756778806870847489

    kalau aku berada diposisi Mia aku bakalan milih PRAM
    kenapa?
    1. aku ga mungkin memilih Bram. Meskipun akhirnya dia kembali dan mengatakan hal yang diinginkan Mia menurutku sudah terlambat. Hati Mia udah terlanjur hancur setelah ditinggalkan. Setelah tersakiti nggak bakal mudah buat percaya sama Bram.
    2. Aku milih Pram karena di saat-saat Mia sedang jatuh dia yang datang menghampiri. Aku milih Pram juga karena usahanya untuk mendapatkan hati Mia dan diawali dengan pertemanan, menurutku itu bukti kalau Pram tulus.
    3. kalau sudah mulai nyaman dengan Pram kenapa harus membuka hati lagi buat cowok yang sama sekali nggak dikenalnya yang dijodohin oleh mamanya.
    menurutku kayak gitu 😀 wish me luck :)))

    Like

  25. Nama : Larastanie Afdha
    Twitter : @Larasta_
    Link Share : https://mobile.twitter.com/Larasta_/status/755389055685177344?p=v
    Email : larastanie24@gmail.com
    Domisili : Tangerang

    Bram? Pram? Atau Pria kenalan mama?

    Yang pasti Bram sudah aku Blacklist! Jika aku jadi Mia itu adalah hal yang paling sulit untuk dimaafkan! Entah seperti apa perasaan Mia ketika calon suaminya meninggalkan dia di saat detik-detik hari pernikahan mereka. Semua berakhir tanpa ada kata kata perpisahan. Seharusnya hari itu menjadi hari bahagia untuk Mia, tetapi semua nya berubah menjadi petaka. Pesta pernikahan yang sudah disiapkan, menjadi pupus setelah Bram meninggalkan Mia, yang parahnya Entah karena apa Bram meninggalkan Mia, Mia sendiri tidak tahu. Seperti nya Move On saja tidak cukup!

    Kalau Pram, dia juga tidak beda jauh dengan Bram. Datang memberi harapan, lalu pergi meninggalkan kenangan. Di awal dia memang berhasil menyembuhkan luka-luka di hati Mia, namun buat apa datang jika akhirnya menghilang lagi. Kenapa Pram juga menghilang disaat Mia mulai kembali berharap, rasanya seperti tidak bisa percaya lagi oleh yang namanya harapan.

    Jadi, daripada kembali lagi dengan orang-orang yang telah mengisi dan melukai hati Mia, lebih baik mencoba menuruti pilihan mama yaitu berkenalan dengan pria pilihan mama. Menurutku gak ada salah nya mencoba dengan pilihan mama…

    Like

  26. Nama: Ana Bahtera
    Akun: @anabahtera
    Link share: https://twitter.com/anabahtera/status/756996210997784578
    Email: anabahtera@yahoo.co.id
    Domisili: Aceh

    Jika aku jadi Mia????
    Aku akan tetap emmilih Bram, yang dari awal sudah menjadi pilihan hati untuk hidup semati. Kenapa? mungkin orang akan mencibirku dan mengatakan aku wanita terbodoh yang mau kembali pada orang yang telah menyakiti.
    “Kesetiann itu sebenarnya pilihan, dan setiap orang punya pilihan berbeda untuk hidupnya” (hal.132).
    Aku juga memilih jalan yang berbeda, memilih menjadi orang yang setia akan pilihan pertama karena toh kehadiran Pram tetap tidak bisa menghilangan kenangan akan Bram dan ditambah kemunculan Bram membuat aku bimbang dan berpikir ulang. Terkadang cinta harus menyakitkan awalnya untuk mendapatkan kebahagiaan akhirnya.

    Like

  27. Nama : Annisa Rizki Sakih
    twitter : @annisakih
    link share : https://twitter.com/Annisakih/status/757186700711956480
    domisili: Batam, Kepri
    email : annisa_rizki_s@rocketmail.com

    Seandainya saya jadi Mia, maka yang saya pilih ialah Pram, yang saya yakini ternyata adalah anak dari teman Mama saya yang memang akan di jodohkan. dengan Mia sendiri. Sebuat plot twist yang saya simpulkan dari blurb dan clue yang diberikan dalam review novel ini diatas. Memilih Pram akan menyenangkan bagi Mia yang memang tertarik padanya maupun mama yang memang mengenal Mia dengan baik dan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi Mia. Bagi saya pribadi restu orang tua adalah pertimbangan utama sebelum membina rumah tangga.

    Like

  28. Nama: Alyani Shabrina
    Twitter: @alyanishab
    Link share: https://twitter.com/alyanishab/status/757192525115301888
    email: alyaniistt29@gmail.com
    Domisili: Badung, Bali
    Jawaban:
    pilihan yang sulit karena menurutku clue nya masih terlalu minim untuk bisa menentukan pilihannya. tapi dari semua pria dan kisah yang mengiring mereka, aku menetapkan pria yang diperkenalkan mama dari sang tokoh utama wanita untuk menjadi pendamping hidupku. kenapa dia? karena setelah mengalami patah hati yang udah di kategori gawat darurat, bayangin aja ditinggalin di hari pernikahan adalah hal yang memberika shock mendalam bagi Mia, untungnya pekerjaannya mampu meredam kekecewaannya yang amat mendalam. nah si mama sampai turun tangan mencarikan pendamping hidup. itu berarti mamanya udah menyelidiki asal usul dan pasti kelakukan pria yang anak dari temannya tersebut. apalagi kalau mamanya tau bram kembali hadir dalam hidup mia pasti dia akan menolak mentah-mentah bram yang telah jelas-jelas membuat anaknya patah hati dan kecewa. itu pendapatku 🙂 oya buku ini bikin penasaran karena aku sempat stay beberapa bulan di sulawesi dan pengen tahu gimana tempat itu diceritakan di dalam buku.

    Like

  29. Nama : Leny
    Akun twitter : @Lynlainy17
    Link share : https://mobile.twitter.com/Lynlainy17/status/757198015929036801
    Email : lynnlenie7@gmail.com
    Domisili : Rantau, Kal-Sel
    Jawaban : Kalau saya jadi Mia, saya tidak akan kembali kepada Bram maupun Pram. Saya tidak mau kembali lagi kemasa lalu, karena bagi saya masa lalu, ya masa lalu, itu sudah berlalu dan saya tidak akan pernah kembali lagi kemasa itu. Mereka sudah nyakitin saya dan saya tidak mau tersakiti lagi. Saya akan berusaha untuk melupakan dan move on walaupun itu sulit. Dan mungkin butuh waktu lama untuk melakukan ini semua tapi saya akan berusaha. Jadi kalau saya (Mia), saya akan memilih pria yang dikenalkan mama saya, yang merupakan anak teman dekat mama. Mungkin ini yang terbaik. Karena setiap orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya dan nggak mungkin salah milih atau memilihkan yang asal-asalan bukan?.

    Like

  30. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    https://twitter.com/RiniCipta/status/757218422916808706
    rinspiration95@gmail.com
    Karangasem, Bali

    Aku akan memilih Pram.
    Seorang teman yang membuatku tertarik dan bersedia membuka hati. Aku merasa nyaman bersamanya, bukankah itu adalah salah satu hal penting dalam sebuah hubungan selain rasa cinta? Pram yang hadir dan mengajakku melangkah maju, meninggalkan kenangan burukku bersama seseorang di masa lalu yang telah mengecewakanku.
    Ketika Bram kembali saat aku bersama Pram, haruskah aku merasa goyah? Meskipun itu yang sangat aku harapkan dari laki-laki itu? Tentunya, aku harus memikirkan ulang keputusan untuk kembali kepadanya. Aku tidak ingin melihat ke belakang dan mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Aku juga tidak ingin menyakiti Pram.
    Oya, tentang laki-laki yang dikenalkan oleh mamaku.. Ya aku akan menganggapnya sebagai teman saja. Belum tentu juga ada perasaan diantara kami setelah perkenalan itu. Aku tahu, mama memiliki niat yang baik. Tapi kembali lagi, aku yang akan menjalani hubungan. Aku yang tahu bagaimana perasaanku sebenarnya. Aku yakin mama akan mengerti jika aku memilih Pram. Mama akan mendukung hubungan kami selama itu berjalan dengan baik dan memberikan kebahagian bagi kami berdua 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s