Giveaway · Romance · Young Adult

[Virtual Book Tour] Wedding Debt – Bagaimana Takdir Bekerja

cover-depan-wd

Title : Wedding Debt

Author: RatinatiF

Editor: Gita Romadhona & Adhista

Illustrator: Dwi Anissa Anindhika

Published: July 2016 (Penerbit Kata Depan)

Pages: 320

ISBN: 978-602-6805-82-9

Harga: –

Genre: Romance – YA

Rate: thumbsthumbsthumbsthumbs

BLURB

cover-wd

***

Review

Siapa yang bisa lepas dari suratan takdir? Atau adakah manusia di dunia ini yang tidak memiliki takdir? Terlepas percaya atau tidak dan suka atau tidak suka, setiap makhluk hidup di dunia ini sudah memiliki takdirnya masing-masing sejak ia tercipta. Sebenarnya apa sih takdir? Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), salah satu arti takdir adalah ketetapan Tuhan atau ketentuan Tuhan. Artinya, Tuhan lah yang menetapkan jalan hidup tiap orang. Dan itu artinya takdir tak mungkin dihindari.

Loh… terus gimana dong kalau dirasa takdir kita kok merana bener ya! Rasanya gak ada hal baik yang terjadi selama kita menjalani hidup di dunia ini. Apa kita harus pasrah begitu saja dengan apa yang kita yakini sebagai takdir kita?

Ya gak lantas jadi pasrah gitu juga kali! Takdir memang tak mungkin dihindari, artinya, setiap kita memiliki takdir masing-masing yang harus kita jalani, tapi bukan berarti kita tak bisa mengubah takdir! Loh, jadi kita bisa ya mengubah takdir kita? Ya iyalah! Kan yang menjalani hidup ini adalah kita, jadi apa yang akan terjadi di masa depan pasti lah selain memang atas kehendak Tuhan ya akibat dari sikap dan keputusan yang kita ambil di masa sekarang atau masa lalu.

Hal ini juga yang terjadi pada diri Kidung Kinan, tokoh utama dalam novel Wedding Debt karya RatinatiF. Awalnya ia hanya bisa pasrah menerima takdirnya untuk menikah dengan seorang pria yang tidak dicintainya. Jangankan mencintai Prasasti, sebelumnya ia bahkan tidak pernah mengenalnya. Kinan merasa dipermainkan oleh takdir yang tidak memberinya pilihan lain selain harus jatuh ke dalam pelukan pria yang sangat dibencinya itu.

Rasanya miris banget deh melihat kehidupan Kinan di halaman-halaman awal novel ini. Demi menyelamatkan keluarganya dan membayar lunas utang ayahnya, gadis itu harus menyingkirkan impiannya. Tak hanya itu, ia bahkan harus kehilangan cinta dan kebebasannya.

Rasanya Tuhan seperti tidak adil dalam menggariskan takdir Kinan. Apalagi ia masih sangat muda dan memiliki banyak harapan yang belum sempat ia wujudkan. Tapi kisah Kinan tak berhenti hanya disitu. Meski pergolakan dan penderitaan silih berganti menyapanya, ia lambat laun mulai belajar menerima takdirnya dan bertekad mengubah takdir yang awalnya dirasa sangat merugikannya itu.

Penasaran dengan bagaimana Kinan menjalani kejamnya takdir? Mau tahu gimana Kinan akhirnya mampu berdamai dengan keadaan dan mengubah takdirnya? Sanggupkah cinta melunasi seluruh penderitaan yang telah ia lalui?

Nah! Temukan jawabannya dengan membaca sendiri novel Wedding Debt terbitan Penerbit Kata Depan ini. Dijamin kamu bakalan enggan meletakkan buku ini sebelum mencapai halaman terakhirnya.

giveaway

wd-blog-tour-baru

Kamu penasaran ingin mencicipi kisah Kinan dan Prasasti dalam Wedding Debt? Kalau begitu, ikutan giveawaynya yuk!

Pertanyaan:

Pernahkah kamu merasa takdir telah mempermainkanmu? Jika ya, apa yang kemudian kamu lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

Syarat dan caranya:

1. Follow blog ini, serta akun twitter dan instagram @womomfey@RatinatiF & @KataDepan_ atau @penerbitkatadepan [WAJIB]

2. Share info GA ini di timeline kamu (via twitter) atau bisa juga repost postingan di instagramku dengan mention @womomfey, @RatinatiF & @KataDepan_dengan menyertakan hastag #WeddingDebt #BagaimanaTakdirBekerja

3. Tulis jawaban kamu di kolom komentar dari post ini dengan menyertakan nama, akun twitter/instagram yang dipakai untuk share/repost info giveaway ini, link share, alamat e-mail, serta domisili.

4. Virtual Book Tour #WeddingDebt #BagaimanaTakdirBekerja  ini berlangsung dari tanggal 11 September 2016 sampai tanggal 12 September 2016 (hanya 2 hari saja loh!).

5. Giveaway ini hanya berlaku bagi kalian yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia ya. Kalau kamu tinggal di luar negeri namun memiliki alamat di Indonesia, berarti kamu masih bisa ikutan loh!

6. Pengumuman pemenang akan dilakukan paling lambat 3 hari setelah berakhirnya virtual book tour ini.

7. Good Luck

PS: This review is also submitted for:

Reading Romance Challenge 2016

Young Adult Reading Challenge (YARC)

Project Baca Buku Cetak 2016 (#BacaBukuCetak)

Advertisements

27 thoughts on “[Virtual Book Tour] Wedding Debt – Bagaimana Takdir Bekerja

  1. Nama : Yulia Yunararizky
    Twitter : @yuliayunarar
    Linkshare : https://twitter.com/yuliayunarar/status/774846189069926400
    Email : yulia.yunararizky@yahoo.com
    Domisili : Tangerang

    Pernah. Saya pernah merasakan dipermainkan oleh takdir. Saat itu takdir membawa saya untuk menyukai seorang laki-laki namun kami berbeda keyakinan (beda agama). Dan ternyata cinta saya tidak bertepuk sebelah tangan sehingga saya sangat senang dengan hal itu, namun ternyata pada akhirnya takdir pun menjatuhkan harapan saya. Saya tidak diperkenankan untuk bersama dengannya karena seorang sahabat saya beryakinan sama dengannya pun menyukainya. Saya pun berusaha untuk mengalah dan menerima kenyataan bahwa saya memang tidak ditakdirkan untuk bersama dengannya. Tetapi saya bersyukur, walaupun tidak ditakdirkan untuk bersama sebagai pacar saya dan dia tetap bersama sebagai sahabat 🙂

    Semoga ku beruntung di giveaway kali ini yayyy, terima kasih Mbak^^

    Like

  2. Nama : Deria Anggraini
    Twitter : @deriaanggraini_
    Link share : https://mobile.twitter.com/DeriaAnggraini_/status/774856485981519876?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C3919410558
    Email : deriaanggraini21@gmail.com
    Domisili : Jakarta Pusat

    Jawaban :
    Pernah. Namanya kehidupan ya, ibaratnya kita ini sebuah wayang yg di sebuah pementasan dan Tuhan adalah dalangnya. Tentu dalang bebas dalam memainkan wayang2nya. Begitu juga Tuhan, yg bebas mempermainkan kita melalui takdir2 yg diberikan pada kita.
    Takdir sendiri ada yg bisa diubah dan ada yg tdk bisa diubah. Dgn takdir yg bisa diubah, kita dpt berusaha sebaik mungkin untuk mengubahnya, agar membuat kehidupan kita lebih baik. Tapi bagaimana dgn takdir yg tdk bisa diubah? Saya sendiri tdk akan membuang tenaga untuk mencoba mengahalaunya atau malah meratapinya. Saya akan make the best of it. Menjalani/melakukan yg terbaik dari takdir yg diberikan Tuhan pada saya.

    Like

  3. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Domisili: Bekasi
    Email: pujiawati747@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/She_Spica/status/774863098180009984

    Ada bnyak sekali episode dihidupku yg aku merasa bhwa takdir sungguh mempermainkanku. Namun trnyata, hanya krena hidup tidk brjalan sperti yg kumau, tidak lantas berakhir mengecewakan jg. Ada banyak sekali takdir yg trnyata memiliki akhir yg mmbuatku puas dan bahagia. Aku hanya perlu ikhlas menerima, sepahit apapun awalnya. Krena selalu ad hikmah yg bisa kuambil dan langkah2 hebat yg bisa kulakukan demi memperindah takdir yg terjadi padaku.
    Karena aku selalu prcaya bahwa Tuhan tidak mungkin mmberi cobaan di luar batas kemampuan umatnya, dan karena kepercayaan itulah setelah kupikir matang2 trnyata memang benar, aku memang sekuat yg Tuhan kira hngga mmberiku takdir yg tidak pernah mnjadi keinginanku. Dan lebih kuat dan tegar lagi karena aku bisa melaluinya dgn ikhlas shingga melalui takdir yg Tuhan berikan padaku itulah aku akhirnya memahami bhwa inilah ujian hidup yg memng sudh seharusnya ditanggung oleh manusia untuk mndewasakan kita dan tentunya mndekatkan kembali kita kepada Tuhan kita.
    Terima kasih.

    Like

  4. Nama: Selvia Sari Rahmawati
    Twitter: @vyselvia
    Link share: https://twitter.com/vyselvia/status/774866749212598272
    E-mail: v2ituaza@yahoo(dot)com
    Domisili: Malang

    Jawaban:
    Pernah.
    Seringkali aku merasakan hidup ini begitu rumit. Ada banyak hal yang awalnya aku kira akan berjalan dengan mulus namun rupanya yang terjadi malah sebaliknya. Takdir seolah-olah sedang mempermainkan.
    Tapi sekarang aku menyadari kalau semua itu sudah menjadi bagian dari masa lalu. Yang bisa aku lakukan adalah mensyukuri semua yang telah terjadi dan mengambil pelajaran dari itu semua. 😊

    Like

  5. Irma anggraeni
    @irmanggraeni25
    Bandung
    📩 allaboutirmanggraeni@gmail.com

    https://mobile.twitter.com/irmanggraeni25/status/774875215243255808?p=v

    Irma anggraeni
    Dipermainkan oleh takdir? Aku engga tau pengalaman yang dulu aku alami itu aku dipermainkan oleh takdir atau tidak. Dulu ibu dan ayahku serta adikku pernah mengalami kecelakaan sepeda motor sampai mereka harus dilarikan kerumah sakit untung ayah dan adiku tidak kenapa napa, hanya ibu yang luka nya cukup parah. Padahal sebelum ayah mengajak ibu pergi ayah terlebih dahulu mengajaku pergi berdua, tetapi aku menolak menyuruh ayah pegi bersama ibu dan adiku andaikan aku yang ikut bersama ayah pasti aku yang berada disana disalah satu ruangan rumah sakit bukan ibuku, tetapi apa daya aku bukan tuhan yang bisa menentukan takdir seorang manusia. Aku selalu bicara sama ibu, kenapa aku nolak ikut sama ayah? Kenapa aku malah nyuruh ayah pergi sama ibu? Kenapa? Ibu cuma jawab “kamu berhenti tanya kenapa, karena jawaban nya hanya satu semua itu -takdir allah- kita gabisa nolak takdir, seberapa besar usaha kita untuk nolak takdir engga akan bisa kita cuma harus ikhlas sama apa yang terjadi”. Dari situ aku mencoba ikhlas sama apa yang udah terjadi mencoba menerimanya, karena kita hidup layak nya aktor yang sedang memainkan perannya, tuhan sebagai sutradara yang nentuin kelanjutan cerita kehidupan seseorang.

    Like

  6. Nama : Heni Susanti
    Akun twitter : @hensus91
    Link share : https://twitter.com/hensus91/status/774880872944263168
    Domisili : Pati – Jawa Tengah
    Email : henis_minozz@yahoo.com

    Merasa dipermainkan takdir mungkin banyak dialami orang ya.
    Sebenarnya kalau menurutku sih, takdir tidak pernah mempermainkan kita, hanya kita saja yang belum bisa khusnuzon pada segala ketentuan yang telah diberikan Tuhan pada diri kita. Ada banyak ketidakpuasan tentang bagaimana takdir membawa kita sehingga kita merasa seharusnya tidak seperti ini, seharusnya seperti itu, kenapa begini, kenapa tidak begitu….dan sebagainya. Padahal, Tuhan tentu telah menggariskan jalan terbaik untuk kita. Bukan apa yang kita mau, tapi apa yang kita butuhkan. Bukankah begitu?

    Tapi sebagai manusia biasa, aku sendiri pun pernah merasa dipermainkan takdir. Saat hasil yang kuharapkan dari usahaku ternyata jauh dari ekspektasi. Tapi aku tidak mau jadi mendzolimi diri sendiri dengan mempertanyakan takdir Tuhan. Jadi aku hanya berusaha ikhlas. Seperti yang selalu Ibu bilang, “Kita pantang mempertanyakan, memperdebatkan apalagi berusaha melawan takdir Allah, karena itu berarti kamu mempertanyakan, memperdebatkan dan melawan kebereradaanmu di sini. Jalani saja semuanya dengan ikhlas, karena tidak ada yang buruk tentang takdir Allah. Pikiran dan nafsu lah yang membuatnya jadi buruk.”

    Like

  7. Nama : Silvy Rianingrum
    Akun twitter/instagram : @berryfledge/@silvyr_
    Link share : https://twitter.com/berryfledge/status/774881966600560640
    Email : silvy2909@yahoo.com
    Domisili : Bekasi
    Jawaban : Pernah. Aku pernah mengalaminya. Tapi setelah aku menjalani takdir itu, setelah aku memikirkannya, takdir sebenarnya engga mempermainkan aku. Ia hanya menunjukkan akhir yang indah dengan jalan yang berbeda, melalui jalan yang aku pikir, aku engga bakal pernah menjejakinnya. Waktu aku SMP, aku adalah cewek yang cerewet, cheerful dan kemana-mana selalu sama teman. Tapi kemudian, satu demi satu temanku pergi. Bahkan sahabatku juga mulai lelah denganku. Diapun akhirnya pergi. Sejak SMA, aku selalu sendiri. Ketika ada teman yang mendekati, aku merasa takut untuk menaruh hati. Setiap kali merasa nyaman dengan seseorang dan aku sudah memberanikan diri untuk percaya padanya, waktu dan takdir tidak merestui. Orang yang aku percayai berangsur-angsur menjauh. Aku kembali sendiri. Sekarang, apa-apa aku lebih nyaman sendiri. Meskipun kadang merasa kesepian dan iri dengan teman lainnya. Aku merasa ditakdirkan untuk selalu sendiri dan mandiri. Aku pikir takdir terus mengujiku, terus-menerus menguji kesabaran dan keinginan hatiku untuk memiliki teman sejati. Aku merasa dipermainkan dengannya. Lama-kelamaan aku mulai sabar dan berusaha serta beradaptasi dengan situasi ini. Dan aku mulai sadar, ini adalah cara Allah menyampaikan rindu dan Alhamdulillah, Allah masih mengingatkanku kembali pada-Nya, pada jalan-Nya. Mulai saat itu, aku tidak pernah merasa sendiri. Tidak pernah sedih. Aku tahu, Allah akan selalu ada dan beginilah caraNya mengingatkanku untuk hanya percaya, menaruh harap dan bersimpuh padaNya.

    Like

  8. Nama : Meli
    Twitter : @mellvii_
    Link Share : https://mobile.twitter.com/Mellvii_/status/774876503070875648?p=v
    Email : mellyfa7@gmail.com
    Domisili : Indramayu – Jabar.

    Pernahkah kamu merasa takdir telah mempermainkanmu? Jika ya, apa yang kemudian kamu lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

    Sebenarnya takdir tidak pernah mempermainkan kita, itu semua tergantung usaha kita dalam menghadapinya. Sebagai Tuhan saran untuk menguji kita, apakah bisa mengadapi dengan segala usaha yang kita bisa, atau menyerah dalam lingkaran keputus asan. Di situlah kita merasa bahwa takdir telah mempermainkan kita, tapi tidak berhenti sampai di situ. Percayalah Tuhan tidak akan menguji hambanya lebih dari kemampuanya, dan Tuhan pun percaya bahwa kita bisa menghadapinya.

    Percayalah, hasil tidak akan pernah menghianati usaha. Mungkin bukan sekarang, tapi nanti, yang pasti waktu yang tepat.

    Like

  9. nama: putri budi pamungkas
    akun twitter/instagram: @putribudi_
    link share: https://twitter.com/putribudi_/status/774938300729597952
    e-mail: puput.sasa@gmail.com
    domisili: blitar, jawa timur

    Dipermainkan takdir???? Kalau aku sih nganggepnya apa yang aku alami ini bukan kata “dipermainkan” yah. Aku ngrasain yang namanya perubahan atas kehendak
    Allah itu ketika aku nerima pengumuman penerimaan mahasiswa baru sekitar tiga tahun lalu. Saat itu aku memutuskan untuk mengikuti saran orang tua ambil program studi ini krn kata orang masa depannya bagus, padahal awalnya aku nggak nglirik prodi ini hingga akhirnya takdir berakhir seperti saat ini. udah jatuh cinta sama apa yang sudah diberi sekarang, nggak capek bersyukur deh 😀

    Like

  10. Nama: Rohaenah
    Twitter : @rohaenah1
    Link share : https://mobile.twitter.com/rohaenah1
    Email : rohainalilis@gmail.com
    Domisili : Jakarta
    Jawaban : Pernah. Waktu lulus SMA saya diterima bekerja di sebuah perusahaan retail sebagai kasir. Tiga tahun berselang ada promosi jabatan sebagai ass.chief kasir dan saya terpilih untuk ikut testnya berdua dengan teman saya yg notabene angkatan di bawah saya. Setelah keputusan diumumin ternyata yg terpilih jadi ass.chief kasir adalah teman saya itu.
    Saat itu saya sempet down dan merasa Tuhan tidak adil karena untuk masalah pengalaman saya lebih dulu jadi kasir dibanding teman saya itu. Hingga akhirnya saya sharing dengan salah seorang spv. yg waktu itu ikut mewawancarai. Dari situ saya tau ternyata saya kalah pemilihan karena absensi kurang bagus dibanding teman saya itu.
    Setelah itu saya introspeksi diri dan berusaha lebih baik untuk meningkatkan kinerja dan tentunya memperbaiki absensi saya.
    Hingga suatu saat kesempatan datang lagi akhirnya saya terpilih jadi ass.chief kasir yg baru.
    Disini saya merasa Allah memberi kesempatan kedua hingga saya dipercaya untuk diberi kenaikan jabatan. Dan saya percaya Allah Maha Adil dan Dia tidak akan melupakan umatnya yg mau berusaha dan memperbaiki diri menuju hal yg lebih baik.
    Demikian pengalaman saya,terimakasih.

    Like

  11. Nama : Ainhy Edelweiss
    twitter : @princeesAsuna
    domisili : Makassar
    Link share : https://mobile.twitter.com/PrinceesAsuna/status/774947724336599040/photo/1

    Jawaban:

    Sebagai manusia biasa, tentu aku pernah bahkan sering merasa apa yang terjadi padaku adalah sebuah takdir yang aku sendiri merasa di permainkan. Seperti kisah Kinan, aku juga pernah bermimpi untuk melanjutkan kuliah jurusan sastra di kampus favoritku, tapi yang terjadi justru aku berbelot arah mengambil jurusan ekonomi,tak lain karena kondisi keluargaku melarang mengambil jurusan itu. Semenjak itu, segalanya berubah. Aku membenci semua mata kuliah di kampus, apalagi yang berhubungan dengan matematika. Aku mengubur mimpiku dalam-dalam, yang tentu saja aku pernah menyalahkan takdir. Tiga tahun telah berlalu, tinggal setahun aku akan menyelesaikan kuliah. Jujur aku tak pernah benar-benar merasa sebagai mahasiswa, karena jurusan yang tiap harinya kukutuki. Dan aku merasa seperti mayat yang berjalan tanpa roh. Aku hampir putus asa. hingga aku bertemu dengan seseorang, aku curhat pada seseorang yang kusebut guruku. Dia memberiku pencerahan. Memberiku motivasi hidup. Sejak saat itu, meskipun jurusanku berbeda aku mulai menata mimpi-mimpiku kembali. Kesukaanku terhadap sastra mulai aku kembangkan,dari mencari temn-teman penulis, baca buku, menghadiri seminar penulis. Aku akhirnya menyadari, meskipun aku mengambil jurusan yang berbeda pada akhirny itu juga akan berguna bagiku, justru akan double dengan kecintaanku terhadap sastra. Mungkin takdir tak selamanya terjadi sesuai dengan keyakinan, tapi berdasarkan pengalamanku, apa pun itu kita tetap harus berusaha, meminta saran dan nasehat dari orang yng berpengalaman, beljar merenungi semua nikmat-nikmat yang Tuhan berikan. Karena hanya dengan itu, kita bisa mengerti takdir hidup kita.

    Like

  12. Nama :Nurlis
    Twiter:@talaonurlis1
    Domisili:Sumbar
    Link share:http://twitter.com/talaonurlis1/status/775020881240166400

    Sering aku merasa jemu dengan rutinitas yang kujalani,apalagi jika menelisik impian ku di masa lalu makin lelah aku jadinya,dulu aku ingin hidup di luar kota,bekerja,punya banyak teman dan hanya pulang kampung setahun sekali,apalagi waktu itu aku sudah diterima kerja di kota tujuanku tersebut,namun karna tidak diberi izin jadi tidak bisa pergi,andai dulu aku lebih getol lagi minta izin mungkin aku sekarang bahagia dengan apa yang kuinginkan,tapi yang bisa dilakukan sekarang hanya bisa menerima semua takdir ini dan berusaha menjalani nya dengan ikhlas dan sabar,mungkin dengan tetap tinggal adalah hal yang terbaik untukku.

    Like

  13. Nama : Juaniva Sarah
    Twitter : @JuanivaSarah
    Link Share
    https://mobile.twitter.com/JuanivaSarah/status/775032261079019520
    Alamat Email : juanivasarah@gmail.com
    Domisili : DKI Jakarta

    Pernahkah kamu merasa takdir telah mempermainkanmu? Jika ya, apa yang kemudian kamu lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

    Jawaban :

    Secara pribadi aku sering mengalaminya, yakni harus menghadapi takdir yang bahkan aku tidak mengharapkannya.
    tetapi karena takdir merupakan rancangan yang telah Tuhan berikan ku, jika aku mengalami hal seperti itu (dipermainkan oleh takdir) aku akan mencoba menerima takdir yang telah Tuhan tetapkan tersebut, menjalaninya merupakan pilihan yang tepat bagi ku. Jika takdir sudah ditetapkan, maka aku hanya akan berusaha untuk dapat menerima dan melakukan yang ku bisa. Seandainya Tuhan telah menetapkan takdir ku, maka aku percaya bahwa rancangan Tuhan akan indah pada waktunya.

    Terimakasih 😊

    Like

  14. Nama : Tri
    Twitter : @tewtri
    Link Share : https://mobile.twitter.com/tewtri/status/775079071961145344
    E-mail : triwahyuni.irawan3@gmail.com
    Domisili : Ciamis

    Kalau dipikir-pikir takdir ini mirip cowok yah hobinya main-main, ngasih kejutan, kadang bikin berbunga-bunga, sering ngerontokin hati pula. Oke, sepertinya saya aja yang terlalu baper sama takdir. Tapi, yah dia emang expert untuk itu. Takdir pernah membuat saya kehilangan tujuan hidup saya. Dan menjalani kehidupan di dunia yang terlalu gede ini, bernapas 24 jam penuh, lalu tidak tahu kenapa saya harus lakukan hal itu di saat saya nggak punya tujuan? Moment tergila sih kalau kata saya. Jujur, hidup tanpa tujuan itu nyiksa. Orang lain pergi ke kantor, liburan waktu weekend, menikah dengan orang yang mereka cintai, punya anak yang lucu-lucu dan saya? Saya pernah kehilangan gairah untuk semua itu. Alasannya, mungkin sakit hati yang terlalu dalam mungkin juga sebenarnya saya nggak menemukan alasan apa pun. Sulit. Dan yang saya lakukan? Melihat kedua orangtua saya, konsultasi, memaafkan diri saya yang pernah kehilangan arah itu, juga paling penting percaya kembali pada takdir tersebut. Toh dia datang dari Tuhan. Saya hanya manusia biasa, Tuhan tentu tak akan menguji saya jika saya tidak mampu melaluinya. Satu hal yang saya ingat dari peristiwa itu adalah bahwa kehilangan tujuan bukan berarti napas saya ikutan berakhir. Tujuan itu selalu bisa dibangun lagi, takdir itu kita terima dalam bentuk satu paket. Menyesal mungkin buang-buang waktu. Jadi, saya memutuskan untuk menghabiskan paketnya seperti apa pun bentuk isinya.

    Like

  15. Nama: Alyani Shabrina
    Twitter: @alyanishab
    Link share: https://twitter.com/alyanishab/status/775148680550621184
    E-mail: alyaniistt29@gmail.com
    Domisili: Semarang, Jawa Tengah
    Jawaban:
    Aku pernah mengalami hal tersebut ketika aku bersekolah di sebuah perguruan tinggi kedinasan. Dimana sewaktu pertama kali aku menjalani kehidupan sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi kedinasan tersebut aku sangat bahagia dan selalu bersyukur kepada Allah. Namun ternyata Allah selalu punya rencana di balik setiap kejadian, aku hanya mampu bertahan di sana selama kurang lebih 3 bulan, dari total 12 bulan yang ak harus jalani sebelum nantinya lulus dan menjadi calon cpns. Karena masalah yang belum selesai aku hadapi di tempat sebelumnya, dan adaptasi yang gagal aku jalani, karena lingkungan dan teman-temannya tidak cocok denganku, akhirnya aku harus melepas salah satu mimpi besar yang aku impikan sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Rasa menyesal, menyalahkan diri sendiri dan orang sekitar terus menghantuiku, puncaknya hampir setiap malam aku tidak bisa tidur dengan nyenyak dan selalu bermimpi buruk sehingga orang tuaku memutuskan untuk membawaku ke berbagai rumah sakit dan dokter agar aku bisa mendapatkan perawatan. Kurang lebih 2 bulan aku dalam keadaan terpuruk seperti itu ntah sudah berapa kali aku membuat wajah orangtua dan saudaraku sedih, marah, dan kecewa terhadap perilaku yang aku lakukan. Hingga aku mendapatkan secercah harapan ketika aku bertemu dengan seorang psikolog dan seorang teman tanteku yang ternyata pernah mengalami hal yang sama denganku. Aku mulai menyadari kekeliruanku selama ini, aku sudah menyusahkan diri sendiri dan orang lain. Aku sudah membuang-buang waktuku hanya untuk menyesali masa lalu. Aku hanya terus-terusan menyalahkan takdir yang sepertinya bermain-main dengan hidupku. Aku berusaha untuk bangkit, perlahan-lahan, bertahap, untuk sekedar mengobrol santai dengan orang-orang di sekitarku, mulai kembali dengan hobi lamaku, membaca buku, keluargaku juga mendukung dengan membelikanku buku bacaan, al-qur’an, dan segala hal yang menurut mereka bisa membantu perawatanku. Akhirnya semakin lama keadaanku berangsur-angsur membaik, aku mulai mengikuti kursus untuk mengisi waktu luang sambil menunggu SBMPTN dimulai. Dengan selalu meminta maaf dan berdoa kepada Allah serta berusaha melakukan yang terbaik, alhamdulillah aku diterima di sebuah perguruan tinggi negeri di jawa tengah, dengan jurusan yang InsyaAllah sesuai dengan passion dan minat serta cita-citaku. Aku berharap aku bisa segera lulus dengan nilai terbaik, dan cumlaude sehingga aku bisa membuktikan kepada semua orang terutama diriku sendiri, bahwa aku bisa menjadi orang yang berguna dan sukses serta berprestasi. Amin amin amin ya rabbal alamin. satu hal yang selalu aku ingat, Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hambanya. Walau mungkin sebelum kita merasakannya akan ada banyak tantangan dan ujian yang harus kita hadapi dan lewati. Jangan pernah mengutuk Tuhan atau merasa dipermainkan oleh takdir. Karena InsyaAllah, Allah selalu menyiapkan yang terbaik bagi hambanya yang percaya 😊.
    Terakhir aku sangat ingin membaca buku ini. Semoga aku bisa menang give away ini. Karena sekarang untuk membeli buku adalah hal yang sedikit sulit, mengingat aku baru menjadi mahasiswa baru yang membutuhkan banyak keperluan hehehe. Sukses terus buat penulis dan pemilik blog ini serta penerbitnya💛
    Wish me luck! 🙏

    Like

  16. Takdir tidak pernah mempermainkan, karena takdir sudah ditetapkan sebelum manusia di ciptakan. Dan yang sebenarnya sedang memperminkan itu bukanlah takdir, melainkan makhluk hidup yang sudah diberikan akal dan pikiran. Yang artinya manusia, itu sendiri.
    Pernah aku, bukan dipermaikan takdir, melainkan ada yang sedang mempermainkan hatiku dengan kata-katanya yang terlalu manis akan harapan semu, sangat menggiurkan. Namun, siapa yang tahu bahwa bom waktu bisa meledak kapan saja. Saat ledakan itu terjadi, mau tahu bagaimana rasanya? Perih. Bagaikan luka belum kering ditetesi cuka.
    Kepada dia ( siapapun ), Aku hanya sekedar mengingatkan, janganlah sekali-kali memberi harapan tak berujung kepada siapa pun. Aku bukan sok bijak atau apa, melainkan tahu rasanya kecewa.
    Belum tahu bagaimana cara menghilangkan rasa sakit itu, tetapi dengan sedikit demi sedikit usaha, aku belajar menghadapi titik nol dari lika-liku kehidupan.

    Nama: Rinita
    Akun twitter: @RinitAvyy
    link share: https://mobile.twitter.com/RinitAvyy/status/775144693474537472?p=v
    alamat e-mail: rinivir90@gmail.com
    domisili: kediri

    Like

  17. Nama : Dewa Ayu Riska
    Akun twitter : @dewayuriska
    Link share : https://twitter.com/dewayuriska/status/775178690590154753
    E-mail : riska.dewaayu@gmail.com
    Domisili : Denpasar
    Jawaban : Pernah. Cara mengatasinya yaitu, saya jalani dulu takdir ini. Sejauh mana takdir ini membawa saya. Entah itu ke arah yang baik atau buruk. Saya tidak berusaha untuk mengubah takdir, walaupun takdir bisa diubah manusia tetapi dengan kehendak Tuhan juga. Kenapa? Karena setiap hal yang Tuhan berikan pasti ada hikmahnya. Maka dari itu saya tanamkan pada diri saya kalau takdir tidak semuanya buruk, lalu ambil hikmahnya, dan belajarlah dari takdir tersebut. Takdir memang ada yang buruk dan baik. Tapi Tuhan maha adil, diawal mungkin kita diberikan takdir yang ‘terlihat’ buruk tapi selanjutnya akan ada takdir yang baik dan begitupun sebaliknya.

    Like

  18. Nama : Ratih
    Twitter : @Jju_naa
    Link : https://mobile.twitter.com/Jju_naa/status/775202588664795136?p=v
    Email : ratihmulyati02@gmail.com
    Domisili : Palembang ^^

    Pernah, mba. Sering malah.
    Pertamanya sih paling kesel, benci, ga terima bahkan marah.
    Menurut aku cara mengatasi yang paling ampuh, ya menerima dan menjalani takdir yang sudah terjadi ini.
    Karena dengan menerima maka hati kita akan ringan, kalau hati sudah lapang ga akan ada kata berat dalam menjalani kehidupan. *sok yes 😀

    Like

  19. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    https://twitter.com/RiniCipta/status/775225081425457153
    rinspiration95@gmail.com
    Karangasem, Bali

    Aku merasa dipermainkan oleh takdir ketika apa yang terjadi tidak sesuai harapanku, tidak berjalan seperti perkiraanku. Ketika segala sesuatu yang sudah aku persiapkan dengan baik tapi akhirnya menjadi tidak maksimal. Begitu pula tentang ketepatan waktu, pasti ada saja saat dimana kita merasa kehilangan kesempatan. Kalo yang ini nih, paling sering aku alami ketika mengejar dosen pembimbing yang kemampuan menghilangnya lebih cepat dari kilat, kesibukannya lebih padat dari pejabat negara wkwk.. Hidup pejuang skripsi! 😀
    Kecewa pasti. Untuk beberapa saat, pasti aku memikirkan kejadian tersebut berulang kali, berusaha mencari hal yang membuatnya seperti itu. Aku kadang suka stuck, nggak mood melakukan sesuatu yang lain karena keburu males. Tapi saat aku menyadari bahwa Tuhan adalah penentu segalanya, aku mulai menyesali tindakan-tindakan bodohku itu. Ya aku memang bisa berencana, tapi jika Tuhan tidak menghendaki apakah itu akan tetap terjadi? Yang aku lakukan berusaha tidak mengulangi hal yang sama di lain waktu dan pasrah, menyerahkan semuanya kepada Tuhan sambil terus berdoa. Hikmah positifnya sih jadi lebih banyak introspeksi sama nggak main-main sama kesempatan. Pokoknya, apa yang terjadi.. terjadilah. Yang ku tahu Tuhan penyayang umat-Nya *nyanyi*

    Like

  20. Nama : Fakhrina FM
    Twitter : @fakhrina_fm
    Domisili : Probolinggo
    Email : fakhrina13@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/fakhrina_fm/status/775258093500313601
    Jawaban :
    Takdir pernah mempermainkanmu? Pernah! Mungkin beberapa kali. Salah satunya adalah ketika hari itu tiba. Saat itu pelajarannya adalah bi, penjas, dan ipa. Bahasa Indonesia dikasih tugas oleh sang guru dikarenakan lagi mgmp. Penjas, nah ini nih. Materi kali itu adalah kebugaran. Sebelum materi dimulai, kita semua masuk kelas untuk dijelaskan materinya. Setelah itu kita semua kelas dan dimulai dengan games. Terus kita harus lari 1/4 lapangan, pull up 10×, lari zig zag, lompat tali, push up 10×, sit up 30×, back up 30×, naik turun tangga 10×, gelantungan lompat tegak 2×, lompat petak 5×. Semua orang pada ngelakuin itu dengan adil. Saat penilaian, aku merasakan tidak diadili. Kita semua melakukan kegiatan tersebut sama semua, tapi nilaiku kecil karena diriku berbadan besar, ini semua tidak adil! Badan capek semua, nilai kecil. Tuhannnnn, mengapa ini terjadi? Aku tidak ingin seperti ini lagi! Pada saat itu, perasaanku hancur dan benar benar marah. Kenapa sih, orang berbadan besar tidak boleh mendapatkan nilai olahraga besar. Betek deh jadinya, oke pak! Saya akan sabar kali ini! Kebetulan besok ada pr, jadinya malam ini harus diselesaikan, pr kelompok pula. Aku sudah membuat grup khusus pr bahasa jawa ini. Berjam jam aku tak mendapat kabar, tidak ada yang merspon. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar kelompok dan pidato sendiri. Sudah kubuat pidato bahasa jawa ku. Keesokan harinya, ternyata guru jam pelajaran 1 dan 2 tidak masuk dikarenakan lagi rapat guru. Pelajaran bahasa jawa pada hari itu adalah jam ke 1&2. Apesnya diriku. Sudah buat malam malam, gurunya gk masuk kelas. Apalagi kelompokku mohon supaya aku join lagii. Cobaan apa lagi ini?
    Aku hanya bisa pasrah dan menerima dengan lapang dada, tak lupa aku berdoa yang terbaik buat diriku sendiri. Insyaallah suatu saat nanti akan terjadi hal yang sangat sangat membuat diriku dan keluargaku bahagia. Aamiin. Wish me luck

    Like

  21. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/775039783596793856?p=v
    Alamat e-mail : humairabalfas5@gmail.com
    Domisili : Purwakarta – Jawa Barat

    Pernahkah kamu merasa takdir telah mempermainkanmu? Jika ya, apa yang kemudian kamu lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

    Pernah, seperti diberi harapan dan kesempatan tapi dihempaskan begitu saja. Jatuh, sedih dan rasanya semua usahaku sia-sia.

    Yang dilakukan pertama kali tentunya bersedih dan merenung, pasti ada hal yang menyebabkan seolah takdir tidak berpihak kepadaku. Aku menolak untuk menerima apa yang terjadi padaku dan merasa tidak adil. Kenapa, kenapa dan kenapa adalah pertanyaan yang terus berputar dikepalaku, dan aku tetap tak menemukan jawabannya. Lalu aku mencoba berlapang dada meski masih terasa sesak, mungkin hal tersebut memang tak cukup baik untukku. Yang aku lakukan selanjutnya adalah introspeksi diri di tengah rasa kecewa yang melanda. Ayahku pernah berkata, “usaha udah, hasilnya tinggal kita serahin ke Tuhan. Tuhan yang lebih tau segalanya, baik-buruknya, tinggal berdo’a aja, mudah-mudahan diberi yang terbaik”. Dan pada akhirnya aku tahu dan aku percaya jika Tuhan punya rencana yang lebih baik daripada rencanaku.

    Mungkin aku hanya terlalu memperhatikan perasaan ketidakadilan takdir yang bekerja di dalam hidupku, melupakan semua takdir bahagia yang pernah Tuhan berikan dan kurang mensyukurinya. Dan Tuhan menunjukkan takdir yang terbaik untukku dengan cara-Nya yang luar biasa.

    Like

  22. Nama: Dwita Andhara
    Akun twitter: @dwitaandhara
    Email: dhitaandhara@gmail.com
    Domisili: Makassar
    Link share: https://twitter.com/dwitaandhara/status/775328410671255552
    Jawaban:

    Kalau menurutku pribadi, takdir tidak pernah mempermainkan seseorang karena takdir adalah skenario yang telah dituliskan Allah. Dan jika takdirku buruk cukup berfikir simpel saja. Katakan dalam hati takdir buruk tidak akan terus menerus menimpa dan pasti akan ada saatnya aku mencapai titik bahagia dalam hidup 😊

    Like

  23. Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia
    Link share: https://twitter.com/nunaalia/status/775335294425968640
    E-mail: auliyati.online@gmail.com
    Domisili: Serang

    Pernahkah kamu merasa takdir telah mempermainkanmu? Jika ya, apa yang kemudian kamu lakukan untuk mengatasi hal tersebut?
    Aku tidak pernah merasa jika takdir telah mempermainkanku. Karena menurutku takdir adalah ketentuan yang sudah ditetapkan Tuhan untukku, baik ataupun buruk. Sebagai umat yg beriman, aku hanya bisa menjalaninya dan selalu berdoa agar diberi kekuatan dan keikhlasan hati untuk menerimanya. Aku percaya apa yang telah ditetapkan Tuhan buatku adalah hal yang terbaik dan yang aku butuhkan, walaupun mungkin kadang bukan yang aku inginkan. Dan aku juga percaya, Tuhan tidak akan memberikan takdir di luar kemampuan hambaNya.

    Like

  24. Nama: Leny
    Akun twitter: @_sweetpinky_
    Link share: https://twitter.com/_sweetpinky_/status/775388212843819009
    Email: lynnlenie7@gmail.com
    Domisili: Rantau, Kal-Sel

    Pernahkah kamu merasa takdir telah mempermainkanmu? Jika ya, apa yang kemudian kamu lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

    Dalam hidup pasti pernah lah aku merasa takdir mempermainkanku karena kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Dimana aku sudah berusaha dengan susah payah namun nyatanya hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tapi aku tidak pernah menyalahkan takdir, karena apa yang terjadi kepadaku pasti sudah ditentukan Tuhan dan itu pasti yang terbaik untukku. Dan aku yakin pasti ada hikmah dibalik semua itu. Intinya sih aku lebih banyak bersyukur aja atas semua ini dan berusaha lebih maksimal lagi serta berharap hari esok akan lebih baik.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s