fantasy · Reading Challenge · Young Adult

Percy Jackson’s: Greek Gods

Percy Jackson's Greek Gods

Title : Percy Jackson’s Greek Gods

Author: Rick Riordan

Illustrator: John Rocco

Translator: Nuraini Mastura

Editor: Rina Wulandari

Pages: 500

Published: July 2015 (Noura Books-Mizan)

ISBN: 978-602-09-8988-4

Format: e-book (via aplikasi iJakarta)

Genre: YA – Fantasy

Rate: thumbsthumbsthumbsthumbsthumbs

 

BLURB

Siapa yang bisa memberitahu kisah awal mula dewa-dewi Olympus lebih baik dibanding seorang anak demigod di masa kini?

Percy Jackson mengungkap pandangan orang dalam dengan banyak lagak dalam kumpulan kisah ini.

Saat sebuah penerbit di New York memintaku menuliskan apa yang kuketahui tentang dewa-dewi Yunani, tanggapanku adalah, “Apa kita bisa melakukannya secara anonim? Karena aku tak mau para dewa Olympia marah padaku lagi.” Tapi kalau itu bisa membantumu mengenali dewa-dewi Yunani, dan bertahan hidup dari pertemuan dengan mereka kalau-kalau mereka muncul di hadapanmu, maka kurasa menuliskan semua ini bisa menjadi perbuatan baikku di minggu ini.

Dalam Percy Jakson’s Greek Gods, putra Poseidon menambahkan mantranya sendiri—selain sarkasmenya—kepada kisah klasik ini dan menyuguhkan kepada pembaca pandangan pribadinya pada masing-masing tokoh masa purba, dari Apollo sampai Zeus. Kalau kau menyukai banyak penipuan, pencurian, pengkhianatan, dan kanibalisme, bacalah terus, karena ia jelas merupakan Masa Keemasan bagi semua itu.

Baik kau masih awam dengan mitologi Yunani ataupun sudah sangat paham, buku yang sangat menghibur ini akan membuat kisah-kisah dari masa lampau itu jadi relevan dan sulit dilupakan.

 

***

SINOPSIS

Jauh sebelum dewa-dewi Olympus lahir, jagat raya ini dikuasai oleh para Titan yang terlahir dari pernikahan Ouranos dan Gaea, para dewa-dewi Yunani Kuno. Kedua belas titan muda inilah yang kelak akan menentukan nasib dunia ke depannya. Dan diantara mereka, Kronos, si bungsulah yang memegang andil terbesar dalam pembunuhan pertama sejak jagat raya tercipta.

Kronos

“Saudara-saudaraku, mari bersulang! Kita telah memasuki Zaman Keemasan!”

Kronos dan Rhea (yang masih terhitung saudara kandung) pun akhirnya menikah dan melahirkan 6 orang anak yang menjadi pelopor dari dewa-dewi Olympus: Zeus, Poseidon, Hades, Hera, Demeter dan Hestia. Kelahiran mereka akhirnya membawa era baru bagi kehidupan makhluk immortal di alam semesta.

Mereka menyebut diri mereka dewa-dewi Olympia. […] Yah, begitulah permulaan dari para dewa-dewi di Gunung Olympus.

Dikisahkan keenam dewa-dewi Olympia mulai menduduki singgasana mereka di Olympus, tentu saja dengan Zeus sebagai pemimpinnya. Keenam dewa-dewi ini memiliki keunggulan masing-masing:

  1. Hestia – dewi tertua diantara saudara-saudarinya ini adalah sang bunda agung yang dikenal juga sebagai Dewi Tungku Perapian. Dewi yang memutuskan untuk membujang selamanya (alias tidak mau menikah).
  2. Demeter – ia dikenal sebagai Dewi Pertanian. Dia sebenarnya juga menolak untuk menikah, tapi dengan kejinya Zeus memperdaya dirinya sehingga kelak ia melahirkan Persephone (yang nantinya akan menikah dengan Hades, pamannya sendiri!) Ternyata, Demeter kembali “dikadalin” saudaranya sendiri, Poseidon dan akhirnya kelak melahirkan bayi kembar: yang perempuan Despoine (kelak menjaga kuil ibunya) dan yang laki-laki terlahir sebagai kuda jantan bernama Arion (kuda keren yang banyak membantu pahlawan Yunani)
  3. Hera – sama seperti Demeter, Hera pun kena “dikadalin” Zeus. Karena itulah ia akhirnya menikahi Zeus dan jadilah mereka sepasang suami istri, raja dan ratu semesta. Sungguh ironis, Hera adalah Dewi Pernikahan, namun ia kerap kali diselingkuhi oleh suaminya sendiri.
  4. Hades – Dewa Dunia Bawah yang sebenarnya adalah anak laki-laki tertua Rhea. Sosoknya digambarkan begitu muram dan nampak pas dengan Dunia Bawah yang ia kuasai. Ia kelak menikahi Persephone (yang tak lain adalah keponakannya sendiri, anak Zeus & Demeter). Ia berkuasa atas dunia para arwah.
  5. Poseidon – Dewa Penguasa Lautan yang sempat bersitegang dengan Athena, sang Dewi Kebijaksanaan, saat memperebutkan kota Attica (yang kelak dimenangkan oleh Athena dan membuat kota itu dikenal dengan nama Athena). Ia kelak menikahi Amphitrite sesosok Nereid baik hati nan cantik) dan memiliki 3 anak: Triton (sang pria duyung), Rhode (nymph laut yang kelak menikahi sang Titan Matahari, Helios) dan Kymopoleia (Dewi Badai Laut). Tapi jangan salah, Poseidon juga punya banyak sekali kekasih loh! Salah satunya ya ibu dari Percy Jackson!^^
  6. Zeus – Dewa Langit pengendali cuaca dan petir. Meskipun sudah menikahi dewi yang sangat cantik seperti Hera, sang penguasa semesta ini memang tak pernah puas. Ada begitu banyak perempuan yang menjadi korban pelampiasan nafsunya. Para kekasih gelap (selingkuhan) inilah yang akhirnya jadi korban kemarahan Hera. Zeus juga melahirkan banyak anak demigod yang kelak juga menjadi raja-raja di daerah Yunani.

Selain keenam dewa-dewi pertama Olympus, masih ada kisah dewa-dewi Olympus lainnya yang terlahir (tercipta kemudian), diantaranya adalah: Athena (sang Dewi Kebijaksanaan), Aphrodite (sang Dewi Cinta), Ares (sang Dewa Perang), Hephaestus (sang Dewa Pandai Besi), Apollo (sang Dewa Panahan, Lagu dan Puisi), Artemis (sang Dewi Kelahiran Anak dan Dewi Hewan Liar), Hermes (sang Dewa Pembawa Pesan), serta Dionysus (sang Dewa Minuman Anggur).

***

REVIEW

Buku ini bukan sekedar buku mitologi biasa! Penuturan penulis seputar kehidupan dewa-dewi Yunani, melalui tokoh Percy Jackson benar-benar menggemaskan, memukau, dan menghibur.
satir2
Ungkapan sarkasme, satir dan penuh sindiran memenuhi buku ini, namun tidak terasa menyebalkan, sebaliknya justru enak untuk dinikmati. Tak jarang aku jadi tersenyum, tertawa, bahkan merasa jijik dengan beberapa adegan yang digambarkan dalam buku ini.
satir
Betapa mudahnya kita hanyut dalam kisah para penguasa Yunani ini. Dan nampaknya penulis ingin meyakinkan pembaca, bahwa sedahsyat apapun seorang dewa atau dewi, toh mereka juga memiliki sisi manusiawi dalam diri mereka.
satir3
Buku setebal 500 halaman ini juga dihiasi berbagai ilustrasi menarik yang membuat pembaca jadi makin asyik tenggelam dalam dunia dewa-dewi Yunani. Lihat saja beberapa ilustrasi yang berhasil kuabadikan melalui fitur screen capture di smartphoneku:
semesta
Awalnya, yang ada hanya kekosongan. Begitu banyak kekosongan.
Hermes
Kelakuan bayi Hermes saat mencuri sapi-sapi Apollo
Kisah yang paling mengena buatku adalah kisah Hephaestus yang adalah sang Dewa Pandai Besi. Kenapa? Ya karena diantara dewa-dewi Olympia lainnya, nampaknya kisah hidup Hephaestus lah yang paling menyedihkan. Bayangkan saja, meskipun Hephaestus adalah anak kandung Hera dengan Zeus, Hera langsung membuangnya dari Gunung Olympus karena rupanya yang sungguh jelek! (Ya ampun! Gimana pun juga itu kan darah dagingmu sendiri, Hera!). Untunglah, bayi Hephaestus jatuh ke laut dan akhirnya di selamatkan oleh Thetis-pemimpin Nereid. Selain buruk rupa, rupanya Hephaestus juga cacat. Ia hanya bisa berdiri dan berjalan dengan bantuan tongkat atau besi penyangga. Pada akhirnya, ia kelak kembali ke Gunung Olympus dan membalas perbuatan Hera, sang ibu.
Hephaestus
Hephaestus, sang Dewa Pandai Besi
Di kisah lain, Hephaestus juga dikisahkan diselingkuhi oleh istrinya sendiri yang tak lain dan tak bukan adalah Aphrodite, sang Dewi Cinta. (Ironis sekali ya! Dewi Cinta justru mengkhianati suaminya sendiri ~.~”)
satir4
Overall, buku ini sangat kurekomendasikan bagi kalian pecinta kisah fantasi dengan gaya bahasa yang seru dan berapi-api, lengkap dengan humor disana-sini dan pesan moral yang kadang terkesan seperti sindiran. Percy Jackson’s Greek Gods justru menyadarkanku bahwa dewa pun bisa tidak sempurna, selayaknya manusia. Dan kita benar-benar dibuat sadar agar tidak memandang atau menilai seseorang (atau sesuatu) hanya dari penampilan luarnya saja.
review ijak
Ulasanku mengenai Percy Jackson’s Greek Gods di aplikasi iJak

***

Buat yang ingin meminjam buku ini, silakan langsung saja klik di sini! Tapi jangan lupa, kamu harus download aplikasi i-jak terlebih dahulu ya ^^

Screenshot_2017-03-19-21-49-46

Note:

Baca juga ulasanku ini di Goodreads

 

Review ini diikutsertakan dalam Reading Challenge “Greek Gods Challenge” bareng Noura Books dan iJakarta ( #GreekGodsChallenge)

GGC

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Percy Jackson’s: Greek Gods

  1. Sukses ya Mbak Kitty. 🙂
    Saya tadinya mau ikutan juga reading challenge ini. Tapi bentrok bacanya sama buku yang urgen. Hahahaha. Dan saya sungguh pusing pas baca awal bab-nya. Terlalu banyak tokoh dan sisi fantasi yang kadang bikin nanya sendiri, beneran ada yang begitu?

    Like

    1. Iya, memang dewa-dewi Yunani ini buanyak banget, tapi menyenangkan jika kita menyukai mitologi. Dan kebetulan dari dulu aku suka banget baca-baca mitologi (baik Yunani, maupun yang lainnya). Dulu jaman kuliah aku malah sering baca di berbagai ensiklopedia yang usianya sudah cukup tua (halamannya tebal dan besar + berdebu), serasa baca buku kuno gitu^^

      Like

      1. Kayaknya emang saya harus mulai baca yang mitologi gitu. Ceritanya kan memang seru. Saya hanya kepentok sama karakter-karakternya yang banyak. Kalau dibiasakan mah pasti bakal biasa aja, mungkin…

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s