Reading Challenge · Romance

Luka Dalam Bara

cover

Title : Luka Dalam Bara

Author: Bernard Batubara

Editor: Teguh Afandi

Cover: @alvinxki

Published: March 2017 (Noura Books)

Pages: 108

ISBN: 978-602-3852-32-1

Format: e-book (via i-Jak)

Genre: Romance

Rate: thumbsthumbsthumbsthumbs

 

BLURB

back cover

***

Review

Hal yang pertama menarik perhatianku tentu saja adalah covernya yang manis. Lihat saja dua sejoli dalam cover Luka Dalam Bara ini. Nampak mereka sedang berada di meja sebuah cafe atau restoran dan sang pria pun memberikan sebuah amplop putih yang isinya ia tuangkan di hadapan perempuan di depannya. Dan sang perempuan pun dengan sigap menampung seluruh isi amplop itu di atas kedua telapak tangannya. Apa isi dari amplop tersebut? Tentu saja, keping-keping hati sang pria. Awwww… it’s so romantic. Seolah-olah ingin menggambarkan bahwa sang pria telah memberikan seluruh hati dan cintanya kepada sang perempuan dan sang perempuan menerima dan menjaga seluruh cintanya dengan seluruh keberadaannya.

Sungguh amat tak disangka bahwa buku ini lahir dari tulisan-tulisan yang pernah dipublikasikan oleh Bang Bara di blognya. Membaca buku ini sungguh mengasyikkan karena setiap fragmen, meskipun ditulis dengan begitu sederhana dan singkat, ternyata mengandung makna yang begitu dalam. Siapa pun yang membacanya pasti akan ikut hanyut dalam untaian fragmen yang terangkai manis di buku ini.

Kepiawaian merangkai kata-kata disandingkan dengan ilustrasi yang manis pun makin menambah dalamnya makna yang timbul dari setiap fragmen. Ya, cinta memang selalu membawa sisi romantis dan puitis dari seorang manusia. Dan buku ini adalah salah satu bukti akan keberadaan cinta dalam diri penulisnya.
Bagian favoriteku terletak pada segmen Surat-surat untuk J dan Dialog-dialog yang Tidak Pernah Terjadi. Membaca Surat-surat untuk J membuatku semakin memahami betapa komunikasi adalah hal yang paling penting dalam sebuah hubungan, terlebih jika terentang jarak yang cukup jauh dalam hubungan tersebut. Tanpa komunikasi dua arah, rasanya nyaris mustahil untuk memperpanjang usia sebuah hubungan. Bagian ini juga membuatku tersadar bahwa pertengkaran adalah hal yang tak dapat dihindarkan dari sebuah hubungan yang sehat. Sungguh mencerahkan!
hal 34
Selain mencerahkan mengenai kisah sesungguhnya dibalik pertengkaran dalam sebuah hubungan, Surat-surat untuk J ini juga menyadarkanku bahwa keberadaan seseorang yang dekat dengankulah yang akhirnya membuatku jadi terbiasa dengannya.
1
hal 46
Dan kini, aku bersyukur sudah menemukan si dia yang sudah menjadi kebiasaanku^^. Seseorang yang dengannya aku ingin bertambah tua bersama. Seseorang yang dengannya aku bisa terus tertawa.
2
3
Pernahkah kalian mendengar sebuah lirik lagu yang berkata “Dunia ini, panggung sandiwara. Cerita yang mudah berubah… Setiap kita dapat satu peranan. Yang harus kita mainkan…”? Nah, hal inilah yang langsung terlintas dibenakku saat sedang membaca bagian Dialog-dialog yang Tidak Pernah Terjadi, tepatnya pada fragmen mengenai Topeng.
topeng
Bukankah setiap kita memang memiliki banyak topeng yang kita kenakan secara bergantian, sesuai dengan peristiwa apa yang sedang kita hadapai? Bukankah setiap kita juga menjalankan lebih dari satu peran selama kita mengarungi samudera kehidupan ini? Dan adalah hal yang patut disyukuri jika kita akhirnya menemukan seseorang yang merasa nyaman bersama kita meskipun kita kerap mengenakan topeng yang berbeda. Hingga akhirnya kenyamanan itu membuat kita perlahan-lahan lebih percaya diri dan mampu melepas topeng kita saat sedang bersamanya.
***
VP3
Kenapa aku memilih visual post “Pertemuan” dalam review kali ini? Karena bagiku, setiap pertemuan selalu melahirkan kisah baru. Tanpa adanya pertemuan, mustahil kita dapat mengalami semua hal yang teruntai dengan manisnya dalam buku Luka Dalam Bara ini. Hanya pertemuan lah yang dapat membuat seseorang mengalami begitu banyak rupa kejadian dalam hidupnya. Hanya pertemuan dengan buku lah yang dapat membuat seseorang menjadi begitu getol membaca dan akhirnya menjadi penikmat sejati dari buah pena para penulis. Hanya pertemuan dengan cinta lah yang memancing sisi pujangga seorang manusia. Hanya pertemuan dengan si dia lah yang membuatku menyadari bahwa pahit manisnya cinta adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Saat aku mencintai seseorang, maka aku juga harus menyiapkan hatiku untuk terjatuh dan bahkan terluka. Namun pertemuanku denganmu jugalah yang akhirnya membuatku sadar bahwa sekalipun hati ini terluka, waktu jugalah yang dapat membantu memulihkannya dan kelak akan siap untuk mencinta lagi.
last
Sudah siap tenggelam dalam samudera cinta? Mari menceburkan diri lebih dalam lagi melalui buku ini. Dan kamu akan mengalami keindahan cinta dengan segala hiruk-pikuknya.
review ijak
screen capture cover Luka Dalam Bara dan tampilan reviewku di aplikasi i-Jak

***

Note:

 

Review ini diikutsertakan dalam Reading Challenge “Luka Dalam Bara” bareng Noura Books dan iJakarta ( #MembacaLuka )

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s